Emil Dardak Tepis Kudeta: Demokrat Jatim Setia kepada Mas AHY

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelaksana Tugas Ketua Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, memastikan bahwa seluruh pengurus dan kader di provinsi itu setia kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal itu ia sampaikan menyusul mencuatnya isu kudeta yang menyerang partai berlambang Mercy biru itu.

Emil menuturkan, 34 DPC di Jawa Timur sudah menyatakan komitmennya, lisan bahkan secara tertulis, untuk tetap mendukung AHY sebagai ketua umum Demokrat. "Semua pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat Jatim tetap setia kepada Mas AHY, pemimpin yang terpilih secara sah dalam kongres tahun lalu," katanya dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 2 Februari 2021.

Wakil Gubernur Jawa Timur itu menegaskan, isu kudeta yang berkembang di tingkat elite tidak berdampak secara psikologis pada kepengurusan Demokrat di daerah. Pengurus dan kader Demokrat di Jawa Timur tetap kondusif dan beraktivitas melakukan kerja-kerja politik yang berpihak kepada masyarakat.

Baca: Pendiri Demokrat Sebut Ada 4 Faksi yang Mau Moeldoko Jadi Ketum

AHY sebelumnya menyebut ada gerakan yang ingin mengambil alih posisi ketua umum partainya secara paksa. Dia menuding ada pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo yang terlibat dalam gerakan yang belakangan berkembang disebut dengan kudeta itu.

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," kata AHY dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono pada Senin, 1 Februari 2021.

Ia juga menjelaskan ada empat orang, ada yang masih aktif dan sudah tidak aktif di Demokrat, melakukan pertemuan dengan pejabat dimaksud dalam rangka 'penggulingan' itu. AHY tidak menyebut siapa pejabat dimaksud. Namun, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut pejabat yang dimaksud adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Moeldoko sudah merespons tudingan itu. Ia mengakui bertemu dengan beberapa kader aktif dan mantan kader Demokrat, namun membantah membahas soal skenario perebutan kepemimpinan di tubuh Demokrat. Sebagai jenderal purnawirawan, ia mengaku biasa bertemu dengan banyak kalangan, termasuk dengan politikus.

"Konteksnya apa saya juga tidak mengerti. Dari ngobrol-ngobrol itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya memang suka pertanian. Berikutnya curhat tentang situasi yang dihadapi, ya, gue dengerin aja, gitu. Berikutnya, ya, sudah dengerin saja," kata Mooldoko menggambarkan kebiasaannya bertemu dengan banyak kalangan.