Emil Dardak Ungkap Kesiapan Pelaksanaan PPKM di Jawa Timur

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak tak memungkiri bahwa kasus COVID-19 di daerahnya cukup tinggi. Apalagi Jawa Timur adalah salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan kepadatan yang tinggi.

"Tapi ini tidak jadi alasan untuk menerima tingginya angka COVID-19. Pada pertengahan November kasus sempat naik lagi sehingga menjelang akhir tahun ibu gubernur mengambil langkah yaitu memberlakukan jam malam dan meniadakan tempat wisata beroperasi," kata Emil dalam talkshow disiarkan di akun di YouTube BNPB, Jumat 8 Januari 2021.

Emil mengatakan, dalam menerapkan PPKM di wilayah Jawa Timur, ada dua pertimbangan yakni pembatasan untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan. Menurutnya kedua pembatasan ini adalah fenomena di perkantoran yang tak bisa disamakan di daerah.

"Apa yang ada di instruksi mendagri sebenarnya cenderung kecuali untuk makan di tempat, itu memang cukup berkaitan dengan daerah-daerah di luar perkotaan. Cuma untuk menerapkan di daerah lain, kita harus pertimbangkan apakah ke situ arahnya untuk mengurangi kasus," lanjut Emil Dardak.

Terkait hal ini, pemerintah Jawa Timur telah berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri bahwa Surabaya Raya dan Malang Raya itu harus menerapkan (PPKM) sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dan Satgas COVID-19.

"Adapun untuk daerah lain ini sebenarnya baru selesai tadi gubernur berkomunikasi dengan Forkopimda se-Jawa Timur untuk diskusi bagaimana kira-kira daerah lain ingin diterapkan karena yang mungkin jadi trigger antara daerah beda-beda," katanya.