Emil Salim: Kegiatan ekonomi jangan merusak keanekargaman hayati

M. Hari Atmoko

Kegiatan ekonomi harus tetap memperhatikan kepentingan kelestarian sumber daya alam dan tidak merusak keanekaragaman hayati, kata Pembina Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) Emil Salim.

"Dalam kegiatan ekonomi tidak perlu merusak sumber daya manusia tapi bisa dengan 'resource enrichment' atau pengayaan sumber daya alam, sehingga di dalam pembangunan itu injeksi otak ke dalam proses mengelola sumber daya alam untuk menaikkan nilai tambah sehingga dapat berlangsung pertambahan nilai ekonomi dan nilai sosial tanpa merusak sumber daya alam," kata mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan itu kepada wartawan, Jakarta, Kamis.

Menurut Emil yang juga tokoh lingkungan hidup internasional dan pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF) itu, pembangunan seharusnya tidak berujung pada eksploitasi tetapi pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Untuk mendorong pengayaan sumber daya alam, katanya, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang optimal.

Ia mengatakan sumber daya manusia yang berkualitas dan inovatif akan mampu menciptakan berbagai terobosan, inovasi, dan teknologi yang berguna untuk memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan serta melestarikannya.

Demikian pula berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, katanya, harus selalu diprioritaskan dan menjadi perhatian bersama di seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: KEHATI Award dan motivasi pelestarian sumber daya hayati

Ia mengatakan kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati untuk kelangsungan hidup di Bumi juga harus menjadi perhatian utama bangsa Indonesia.

"Karena keanekaragaman hayati di dalam dirinya memuat unsur pembangunan yang lain bukan pembangunan eksploitasi sumber daya alam tetapi pembangunan yang memanfaatkan dan melestarikan sumber daya alam," ujar ahli ekonomi itu.

Dalam pembangunan kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat keanekaragaman hayati, ujarnya, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meyakinkan masyarakat bahwa berbagai ekosistem dan unsur keanekaragaman hayati harus dipelihara dan dilestarikan.

Masyarakat juga harus memahami berbagai kegiatan yang dapat mengancam kelestarian sumber daya hayati, seperti menjadikan mangrove sebagai tempat pemukiman, bukit-bukit yang menjadi sumber air dikembangkan menjadi tambang, pencemaran lingkungan hidup, penebangan hutan secara ilegal, serta kegiatan eksploitasi alam lain.

Ia mengatakan pembukaan lahan di hutan untuk pertanaman tunggal atau monokultur seperti untuk perluasan perkebunan sawit juga dapat mengancam sumber daya hayati di dalam hutan jika dibiarkan begitu saja.

Masyarakat yang ingin mengelola alam untuk keuntungan ekonomi juga harus disadarkan bahwa keanekaragaman hayati itu penting dan harus dilestarikan sehingga dapat mengadopsi praktik-praktik baik untuk pelestarian alam dan keanekaragaman hayati.

Baca juga: LIPI berkomitmen lindungi keanekaragaman hayati Indonesia

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati Riki Frindos menuturkan konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati merupakan fundamental atau dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang maju dan berkelanjutan.

"Konservasi bukanlah musuh ekonomi. Konservasi menjadi dasar atau fondasi untuk sebuah pertumbuhan ekonomi. Kalau tidak ada konservasi, tidak ada pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Ia mengatakan konservasi bisa saja menjadi musuh bagi sekelompok orang karena berkaitan dengan kepentingan ekonomi jangka pendek yang tidak peduli lingkungan dan publik, serta kepentingan ekonomi yang tidak berkeadilan dan tidak berkelanjutan.

Riki menginginkan tindakan merusak lingkungan dan sumber daya hayati harus dihentikan.

Semua pihak, katanya, harus bekerja sama untuk mempromosikan, menciptakan, melakukan berbagai strategi, serta upaya untuk pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan dan bijak.

Baca juga: KLHK ajak generasi milenial kenali keanekaragaman hayati Nusantara
Baca juga: Pelaku industri perkebunan pertahankan kelestarian spesies endemik