Eminem Habiskan Rp 6,4 Miliar untuk Beli NFT Bored Ape

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena NFT belakangan ini sedang banyak diminati oleh banyak orang dari berbagai kalangan mulai dari investor hingga selebritas dunia, salah satunya Rapper asal Amerika Serikat, Marshall Mathers atau lebih dikenal dengan Eminem.

Dilansir dari Complex, Rabu (5/1/2022), menurut publikasi blockchain Decrypt, Eminem dikabarkan telah membeli koleksi Non Fungible Tokens (NFT) Bored Ape Yacht Club (BAYC) senilai 123,45 Ethereum atau sekitar USD 452.000 atau setara Rp 6,4 miliar.

Hal tersebut diketahui oleh para penggemar yang melihat Eminem mengubah foto profil akun Twitter pribadinya dengan salah satu gambar dari NFT Bored Ape.

Decrypt mengklaim, karya digital Bored Ape tersebut termasuk salah satu dari 15 NFT yang sudah Eminem beli lewat akun OpenSeanya yang memiliki nama @Shady_Holdings.

NFT yang saat ini telah menjadi gambar profil akun Twitter resmi Eminem ternyata dibuat oleh pengguna Twitter dengan nama @Gee__Gazza. Pada 1 Januari 2022 , dia mengumumkan lewat sebuah cicitan karyanya telah dibeli Eminem.

"Terima kasih Eminem sudah membeli Ape saya dan bergabung dengan klub. Izinkan saya menulis lirik di single-mu selanjutnya," cuit @Gee__Gazza.

Eminem belum berbicara secara terbuka tentang pembelian tersebut, tetapi perubahan avatar di Twitter dan Instagram memperjelas dia berada di balik pembelian tersebut.

Eminem bukan satu-satunya selebritas yang membeli dan telah bergabung di Bored Ape Yacht Club. Beberapa selebritas terkenal lainnya seperti Post Malone, Lil Baby, Steve Aoki, dan The Chainsmokers juga telah membeli NFT Bored Ape.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

NFT Unggahan di Facebook Politikus Korea Selatan Terjual Rp 35,87 Juta

Suami istri melihat ponsel mereka ketika mereka duduk di lereng bukit yang menghadap ke cakrawala kota di Seoul, Korea Selatan (2/4). Korea Selatan sedang bersiap untuk meluncurkan jaringan seluler 5G pertama di dunia pada 5 April. (AFP Photo/Ed Jones)
Suami istri melihat ponsel mereka ketika mereka duduk di lereng bukit yang menghadap ke cakrawala kota di Seoul, Korea Selatan (2/4). Korea Selatan sedang bersiap untuk meluncurkan jaringan seluler 5G pertama di dunia pada 5 April. (AFP Photo/Ed Jones)

Sebelumnya, seorang pembeli anonim telah membayar 2.000 token KLAY, yang senilai lebih dari USD 2.500 atau sekitar Rp 35,78 juta (asumsi kurs Rp 14.314 per dolar AS), untuk Non Fungible Tokens (NFT) dari unggahan Facebook mantan menteri Korea Selatan terkemuka yang mengkritik kebijakan kripto garis keras pemerintah.

Melansir dari Yahoo Finance, Selasa (4/1/2022) berdasarkan laporan dari publikasi berbahasa Korea Hanguk Kyungjae, token tersebut dijual melalui platform OpenSea pada protokol blockchain Klaytn yang dikembangkan oleh anak perusahaan raksasa aplikasi obrolan Kakao.

Postingan tersebut ditulis oleh mantan Menteri Usaha Kecil Menengah dan Startup Park Young Sun, seorang tokoh kunci dalam Partai Demokrat yang berkuasa. Park gagal mencalonkan diri sebagai kandidat wali kota Seoul tahun lalu.

Dia juga telah membuat sejumlah pernyataan pro bisnis yang mendukung blockchain domestik dan perusahaan kripto.

Park telah membayar biaya komisi 2,5 persen dari hasil penjualan dan berencana untuk menggunakan dana tersebut untuk membuat sumbangan aset digital yang bermakna untuk tujuan memecahkan masalah sosial.

"Saya merasa seperti telah mengambil langkah pertama ke dunia digital di mana kita dapat berbagi nilai satu sama lain.” kata Park.

Park membuat postingan itu pada Januari 2018 sebagai tanggapan atas komentar dari Menteri Kehakiman Park Sang-ki, yang saat itu mengklaim menutup semua pertukaran crypto domestik adalah satu-satunya cara untuk menenangkan demam spekulatif di pasar kripto.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel