Emiten pengolah udang perluas ekspansi ke pasar domestik

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit

Emiten pengolahan udang berbasis ekspor, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) mulai memperluas ekspansi ke pasar domestik.

"Melalui ekspansi bisnis ini kami berharap dapat melakukan penetrasi pasar lokal yang sebelumnya belum kami jajaki," ujar Direktur Utama PMMP, Martinus Soesilo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia mengharapkan dengan potensi pasar lokal yang masih sangat besar dapat meningkatkan pendapatan usaha perusahaan ke depannya.

Dalam rangka memperluas ekspansi bisnis di pasar domestik itu, perseroan meluncurkan brand baru dengan nama Ebinoya pada hari ini (26/1).

Ia menyampaikan, peluncuran produk baru ini juga merupakan salah satu strategi yang dilakukan perseroan untuk menambah porsi penjualan produk Value Added dan juga untuk memperluas segmen pemasaran selain pasar ekspor.

"Kami terus berusaha mencari peluang usaha dengan menambah varian produk kami dari apa yang dapat diterima dengan baik oleh konsumen," ucapnya.

Baca juga: Menteri Kelautan targetkan RI jadi produsen udang vaname terbesar

Brand Ebinoya, disampaikan, untuk menangkap potensi peningkatan permintaan pasar domestik ke depannya. Ebinoya telah merilis dan mendistribusikan beberapa varian produk seperti Ebi Furai, Butterfly Ebi Furai, dan Shrimp Popcorn, yang merupakan frozen and ready-to-cook shrimp dan telah dipasarkan pada segmen ritel.

Selain itu, untuk segmen restoran dan food services, Ebinoya juga telah memasok beberapa varian produk lainnya, seperti Sushi Ebi yang merupakan ready-to-eat shrimp.

Sebagai bentuk strategi untuk memperluas pangsa pasar domestik, Ebinoya telah menekan kontrak kerjasama dengan beberapa retailers di Indonesia, diantaranya LotteMart, Aeon, Papaya Surabaya, Yogya Group, Meat Mart Bali, Frestive Bali, dan Smarco Medan.

Selain itu, pada segmen restoran dan foodservice, Ebinoya juga telah memasok beberapa nama restoran, seperti HokBen, Sushi Tei Surabaya, ThaiStreet Surabaya, dan Das Bistro - Soesjach Bali.

Kendati demikian, Martinus mengatakan, meski perseroan memperluas ekspansi bisnis ke pasar domestik, perseroan tetap berfokus pada pasar ekspor utama, yakni Amerika Serikat dan Jepang.

Baca juga: KKP bangun tambak udang berkelanjutan di Sukamara Kalimantan Tengah