Emiten peralatan medis Itama Ranoraya bagi dividen Rp18 miliar

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 2 menit

Emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi PT Itama Ranoraya Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Luar Biasa memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp18 miliar.

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk Pratoto Raharjo mengatakan, dividen yang dibagikan perseroan merupakan 30 persen dari laba bersih pada 2020 lalu Rp60,52 miliar. Sementara sisanya akan digunakan untuk memperkuat permodalan perseroan.

"Jumlah dividen tahun buku 2020 yang dibagikan perseroan sebesar Rp12 per lembar saham. Jika dibandingkan dividen tahun sebelumnya jumlahnya naik 100 persen. Dengan telah disetujuinya oleh seluruh pemegang saham hari ini, pembayarannya akan dilakukan pada 25 Mei 2021 dengan jadwal cum dan ex dividen masing-masing 30 April dan 3 Mei 2021," ujar Pratoto saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Sementara untuk agenda tunggal dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui untuk menjaminkan aset dan/atau harta kekayaan perseroan dengan nilai lebih dari 50 persen dari ekuitas perseroan sehubungan dengan perolehan pendanaan bagi perseroan.

Pada tahun lalu, emiten berkode saham IRRA itu berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 82,3 persen (yoy) menjadi Rp60,52 miliar dibandingkan perolehan laba bersih 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar.

Kenaikan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan perseroan pada 2020 yang tercatat sebesar Rp563,89 miliar atau tumbuh 100,1 persen dari pendapatan 2019 sebesar Rp281,75 miliar.

Performa neraca perseroan juga semakin kuat, dengan kenaikan posisi kas dan setara kas yang signifikan. Pada 2020, perolehan kas operasi perseroan tercatat surplus Rp147 miliar dari posisi 2019 yang defisit Rp7,8 miliar.

Alhasil, jumlah kas dan setara kas perseroan pada 2020 tercatat sebesar Rp233,04 miliar atau naik 443,7 persen dari posisi kas dan setara kas perseroan pada 2019 yang hanya sebesar Rp42,86 miliar.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada tahun ini mampu tumbuh 80 persen hingga 100 persen.

"Untuk mencapai target tersebut, perseroan masih mengandalkan produk Jarum Suntik ADS, Mesin Apheresis (Plasma Darah), Antigen Test dan produk baru yaitu Avimac, produk immunomodulator yang akan mulai di pasarkan di kuartal II tahun ini," ujar Heru.

Sampai kuartal I 2021, perseroan berhasil membukukan total pendapatan perseroan sebesar Rp228,17 miliar atau tumbuh 754,1 persen dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,71 miliar.

Perseroan pun meraup laba bersih sebesar Rp20,91 miliar atau tumbuh 853,6 persen (yoy) dibandingkan perolehan laba bersih kuartal I 2020 yang hanya sebesar Rp2,2 miliar.

Baca juga: Astra International bakal bagi dividen sebesar Rp4,6 triliun
Baca juga: Emiten farmasi dorong kinerja produk terkait COVID-19
Baca juga: Emiten laboratorium Diagnos incar pendapatan dari produk tes vaksin