Emiten Tambang Bayan Resources Raup Laba USD 328,73 Juta pada 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN), emiten tambang batu bara membukukan kinerja keuangan cukup positif sepanjang 2020. Emiten tambang batu bara ini mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (3/4/2021), PT Bayan Resources Tbk membukukan pendapatan naik tipis 0,25 persen menjadi USD 1,395 miliar pada 2020. Perseroan meraup pendapatan USD 1,391 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Pendapatan itu disumbangkan dari sektor batu bara sebesar USD 1,38 miliar pada 2020. Pendapatan sektor batu bara itu naik dibandingkan 2019 yang mencapai USD 1,37 miliar. Sementara itu, sektor non batu bara merosot dari USD 12,57 juta pada 2019 menjadi USD 6,16 juta pada 2020.

Beban pokok pendapatan naik tipis 3,2 persen secara year on year (yoy). Beban pokok pendapatan tercatat USD 932,23 juta pada 2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya USD 902,22 juta.

Laba bruto perseroan tercatat USD 462,86 juta. Realisasi laba bruto pada 2020 itu merosot 5,41 persen dibandingkan 2019 sebesar USD 489,36 juta.

Perseroan mencatat pemulihan penurunan nilai properti pertambangan sebesar USD 165,86 juta pada 2020. Pendapatan lain-lain cetak untung USD 6,69 juta pada 2020 dari periode 2019 rugi USD 340.928.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh signifikan yang mencapai 47,15 persen. PT Bayan Resources Tbk meraup laba USD 328,73 juta pada 2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya USD 223,39 juta.

Laba bersih per lembar saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dasar dan dilusi tercatat 0,10 pada 2020 dibandingkan 2019 sebesar 0,07.

Kinerja Keuangan

Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

PT Bayan Resources Tbk mencatat liabilitas naik 15,05 persen secara year on year. Liabilitas tercatat USD 758,17 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 658,95 juta. Ekuitas naik tipis 3,8 persen menjadi USD 861,56 juta pada 2020. Pada periode sama tahun sebelumnya USD 619,08 juta.

Total aset pun naik 26,73 persen menjadi USD 1,61 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,27 miliar pada 2019. Perseroan kantongi kas USD 383,81 juta pada 2020. Kas tumbuh 119 persen dari periode 2019 sebesar USD 174,48 juta.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 1 April 2021, saham BYAN naik tipis 0,20 persen ke posisi Rp 12.500 per saham. Saham BYAN naik 25 poin ke posisi Rp 12.500 per saham. Saham BYAN berada di level tertinggi dan terendah Rp 12.500. Total frekuensi perdagangan dua kali dengan nilai transaksi Rp 7,5 juta.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini