Empat emas PON bukan yang terakhir bagi pegulat Aliansyah

·Bacaan 1 menit

Pegulat Kalimantan Timur M. Aliansyah bertekad tak akan berhenti bertanding setelah dominasinya di nomor Greco-Roman membuahkan emas PON keempat secara beruntun di GOR Futsal Dispora, Merauke, Papua, Rabu.

Aliansyah belum terkalahkan sejak penampilan perdananya pada PON 2008 di kampung halamannya, Kaltim. Ia sukses mempertahankan medali emasnya di PON 2012 Riau, PON 2016 Jabar, dan kini menambah koleksinya melalui emas PON Papua.

Medali emas keempat dari arena PON diraih Aliansyah setelah mengalahkan pegulat Jawa Barat Peri Budiawan dengan kemenangan mutlak di pertandingan kelas 67 kilogram PON XX Papua.

Baca juga: Pegulat Kaltim M. Aliansyah raih emas keempat beruntun sejak 2008

"Alhamdulillah saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas raihan medali yang keempat ini.... Ini bukan yang awal tapi bukan pula yang terakhir, saya masih ingin main," kata Aliansyah ditemui di Merauke.

Selain mengantongi empat medali emas PON, Aliansyah juga pernah meraih medali emas pada ajang SEA Games 2011 di Jakarta dan medali perak SEA Games 2009 di Laos.

"Alhamdulillah saya latihan sendiri rutin apabila tidak ada program dari pelatih. Mungkin setelah PON ini libur, tapi saya tetap masih latihan dan tidak berhenti untuk berlatih."

"Saya cita-cita ke Olimpiade, semoga ada jalannya.

"Ini bukan PON terakhir, insyaallah kalau masih ada umur saya masih mau main," kata Aliansyah.

Medali perunggu Greco-Roman kelas 67kg PON Papua dibawa pulang Arif Suro Dinoyo ke Jawa Timur setelah menang telak pegulat Bengkulu Tru Wahono di laga perebutan tempat ketiga.

Baca juga: Jadwal hari keenam gulat PON Papua: Pertarungan Greco-Roman dimulai
Baca juga: Hasan Sidik pastikan gulat Jatim penuhi target enam medali emas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel