Empat Gadis Dijual ke Tempat Karoke di Sungai Nyamuk

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Sebut saja Bunga (15), bersama saudaranya, Ft, melaporkan kasus perdagangan manusia atau human trafficking, ke Polsek Sungai Nyamuk.

Kedua warga Kecamatan Malinau Hilir, Kabupaten Malinau, itu membuat pengaduan ke polisi lantaran merasa keberatan dipekerjakan di salah satu tempat hiburan di Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan. Selain itu mereka juga diminta membayar sejumlah uang.

Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi melalui Perwira Urusan Sub Bagian Humas Polres Nunukan Ipda M Karyadi menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada Jumat (15/2/2013) sekitar 09.00.

Saat itu pelaku masing-masing Santi dan Anggi menawari empat calon korbannya yakni Bunga, Melati (14), Ft (17) dan Sr (22), untuk bekerja di salah satu kafe yang baru buka di Kota Tarakan.

Karena butuh pekerjaan dan ditawari gaji yang menarik, tentu keempat warga Malinau dimaksud setuju dengan tawaran kedua pelaku.

Besoknya, pada Sabtu (16/2/2013) sekitar pukul 09.00, dari Malinau keempatnya berangkat ke Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur.

Dari Malinau mereka menumpang speed boat tujuan Tarakan. Selanjutnya sesampainya di Tarakan, mereka lalu menumpang speed boat tujuan Sungai Nyamuk.

Sesampainya di Pelabuhan Sungai Nyamuk, sekitar pukul 13.00 korban dijemput Nasir dan langsung dibawa ke Idola Karaoke, Sungai Pancang. Mereka lalu diminta beristirahat.

“Malam harinya sekitar pukul 20.00, pelapor langsung disuruh bekerja untuk melayani pengunjung di karaoke dan menemani pengunjung yang sedang minum di karaoke,” ujarnya.

Masalah tak hanya sampai di situ. Minggu (17/2/2013) sekitar pukul 09.30, para korban justru ditawari meminjam uang oleh Hajjah Herlina, warga RT 1, Dusun HB Rahim 1, Desa Sungai Pancang.

Masing-masing setiap orang ditawari Rp 500 ribu. Selain itu mereka juga ditawari meminjam uang untuk membayar ongkos tiket speed boat dari Malinau ke Tarakan dan Tarakan ke Sungai Nyamuk Rp 360 ribu, setiap orang.

“Kemudian para korban disuruh mengembalikan uang sebanyak Rp 2 juta,” ujarnya. Merasa sudah jatuh tertimpa tangga pula, para korban lalu melaporkan kasus itu ke Polsek Sungai Nyamuk.

“Sementara untuk korban dan pelaku Hj Hr masih diamankan di Polsek Sungai Nyamuk. Hari ini dikirim ke Polres Nunukan untuk diproses atau disidik di Polres Nunukan,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.