Empat Kepala Daerah di Jawa Timur Meninggal karena COVID-19

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Surabaya - Kabar duka menyelimuti Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Wakil Bupati Pamekasan Raja’e meninggal dunia karena COVID-19 pada Kamis, 31 Desember 2020.

Wakil Bupati Pamekasan, Jawa Timur Raja'e meninggal dunia di RS Dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis, akibat COVID-19.

Wabup menjalani perawatan di RS Dr Soetomo Surabaya, sejak 15 Desember 2020 setelah yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga diterima amal ibadahnya, diampuni segala kesalahan, dan keluarga diberi kesabaran," ucap Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan persnya di Pamekasan, Kamis sore, 31 Desember 2020 dilansir dari Antara.

Wabup Pamekasan Raja’e, kepala daerah keempat di Jawa Timur yang tutup usia karena COVID-19. Sebelumnya tercatat Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, dan Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri.

Berikut rangkuman Liputan6.com yang dihimpun dari berbagai sumber terkait empat kepala daerah di Jawa Timur yang tutup usia karena COVID-19 ditulis Jumat, (1/1/2021):

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin alias Cak Nur dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai di media sosial.

Pesan berantai tersebut bertuliskan, sekitar pukul 15.00 WIB. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, sampun tilar dunyo dumateng Gusti Allah SWT., Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, mugi beliau khusnul khotimah. Aamin.

Konfirmasi mengenai kabar duka tersebut oleh Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman yang membenarkan informasi itu melalui pesan singkat, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Syaf menyampaikan status Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin positif COVID-19 baru diketahui menjelang meninggal dunia.

Ia juga menceritakan, almarhum Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin sekitar 10 hari sebelumnya sudah sakit, ia diduga terpapar COVID-19.

Syaf juga mengatakan, pihaknya hendak melakukan tes usap atau tes swab, tetapi almarhum tidak berkenan karena tidak merasakan ada gejala.

"Baru tadi setelah ditelepon oleh ajudan kondisinya sudah tak mau makan. Kondisinya semakin lemah. Kemudian hasil swabnya hari ini positif. Sebelumnya tidak ada gejala, tapi akhir-akhir ini sudah ada sesak, batuk, dan demam,” ujar Syaf, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto (Foto: Dok Pemkab Situbondo)
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto (Foto: Dok Pemkab Situbondo)

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto meninggal dunia setelah tiga hari berjuang melawan COVID-19. Dadang tutup usia pada Kamis sore, 26 November 2020 setelah dirawat selama tiga hari.

Dadang dinyatakan positif COVID-19 pada Selasa, 24 November 2020 dan dirawat di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Demikian mengutip Antara, ditulis Jumat, 27 November 2020.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Situbondo Syaifullah membenarkan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto positif terpapar COVID-19.

Ia menuturkan, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dinyatakan terpapar COVID-19 sejak 24 November 2020. Kondisi Dadang juga sempat stabil.

Wakil Wali Kota Probolinggo M. Subri

Wakil Wali Kota Probolinggo Mochmmad Soufis Subri (Foto: Dok Pemkot Probolinggo)
Wakil Wali Kota Probolinggo Mochmmad Soufis Subri (Foto: Dok Pemkot Probolinggo)

Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo, Subri pertama kali merasakan keluhan demam dan nafsu makan menurun pada 11 November 2020 sepulang dari perjalanan dinas di Bandung. Kemudian 14 November mulai mengalami batuk, pada 15 November 2020, badannya panas.

Ia berinisiatif sendiri setelah berkonsultasi dengan Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh untuk datang ke RSUD dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Pada 18 November hasil thorax clear dan normal.

Mengutip Antara, Soufis Subri sempat beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan menerima kunjungan DPR RI pada Rabu, 18 November 2020. Kemudian ia ikuti rapat paripurna DPRD dan kondisinya sudah kurang sehat. Akan tetapi, ia tetap berusaha menjalankan tugas.

Kemudian pada 20 November 2020, wawali mengeluhkan demam yang tak kunjung turun. Tindakan pemeriksaan pun dilakukan dengan swab antigen yang hasilnya positif COVID-19. Saat foto thorax ulang hasilnya pneumonia bilateral kemudian dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh.

Dua hari kemudian, pada 22 November 2020, Wawali Subri mengeluh sesak nafas setelah makan siang. Karena kondisinya, maka wawali dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Saat tiba di sana kondisi tarik nafasnya tinggi dengan saturasi oksigen cukup tinggi.

Aman Suryaman mengungkapkan, berdasarkan penjelasan tim medis RSUD Dr. Soetomo beberapa waktu lalu, perjalanan infeksi yang dialami Wawali Subri begitu cepat.

"Semua terapi sudah diberikan selama menjalani perawatan di sana, pemasangan ventilator hingga ECMO (Extracorporeal Membrane Oxygenation) sesuai persetujuan keluarga,” ujar dia.

Rabu pagi, 9 Desember 2020 Wakil Walikota Probolinggo Ir H. Mochammad Soufis Subri tutup usia karena COVID-19.

Pengumuman tersebut disampaikan lewat akun media sosial Facebook Pemerintah Kota Probolinggo pada Rabu, 9 Desember 2020. Dalam pengumuman tersebut tertulis Pemerintah Kota Probolinggo mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Ir H.Mochamad Soufis Subri, Wakil Walikota Probolinggo.

Wabup Pamekasan Raja'e

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Pamekasan sekaligus tim Satgas Covid-19, Sigit Priyono membenarkan kabar duka mengenai Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, H. Raja'e meninggal dunia pada penghujung tahun 2020 akibat COVID-19.

"Iya benar. Innalilllahi Wainnailaihi Roji'on, telah meninggal dunia Wakil Bupati Pamekasan H. Raja'e pada hari Kamis jam 14.30 WIB di RSUD Dr Soetomo Surabaya," ujarnya, Kamis, 31 Desember 2020.

Wabup H. Raja'e, lanjutnya, dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya sejak tanggal 15 Desember yang lalu, dia terkonfirmasi Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan.

"Semoga amal ibadahnya diterima, diampuni segala kesalahan, dan keluarganya diberi kesabaran oleh Allah SWT," ucapnya.

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Raja'e sebelumnya dikabarkan positif COVID-19. Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Ketua Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat. "Ya positif," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis, 17 Desember 2020.

Saat ini, kata Syaiful, Wabup Pamekasan sedang dirawat di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Sebab ketika hasil tes swab keluar pada Selasa, 15 Desember 2020, Rajae dinyatakan positif COVID-19 dengan gejala sesak. Namun informasi terbaru, kondisinya sudah membaik. "Dirawatnya di RSUD dr. Soetomo," ucap dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini