Empat Lansia Otaki Penipuan Perusahaan Palsu Senilai Rp 1 Miliar

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil meringkus empat lansia yang terlibat kasus penipuan bermodus membuat PT dan CV palsu lalu membeli barang beromzet Rp 1 miliar.
Keempat tersangka tersebut yakni YP (66), S (61), TDT alias SC (61) dan ISP alias L (50).

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Helmi Santika mengatakan, modus yang dilakukan para tersangka yakni membuat perusahaan fiktif, menyewa ruko sebagai kantor dan gudang. Lalu membeli barang, saat korban menagih lokasi kantor sudah pindah.

"Mereka ini membuat perusahaan fiktif, CV Surya Karya Perkasa dengan mengontrak kantor dan gudang di sekitar Cengkareng, Jakarta Barat. Lalu membeli barang dari korban, seperti bijih plastik, pakaian anak dan bahan untuk pakaian senilai lebih dari Rp1 miliar yang dikumpulkan di sebuah gudang," ujar Helmi, Jumat (7/6/2013) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Untuk membayar korban, tersangka menggunakan bilyet giro dengan pencairan selama sebulan kepada pemilik barang tersebut. Saat jatuh tempo untuk pencairan, ternyata korban tidak dapat mencairkan uang, karena gironya kosong. Korban lalu mendatangi kantor tersangka tapi sudah pindah.

"Bukan hanya menipu korbannya, tersangka ini juga menipu pemilik ruko dan gudang yang disewa. Karena mereka hanya membayar DP untuk sewa satu tahun, belum sampai satu tahun mereka sudah pindah," kata Helmi.

Tak hanya meringkus para tersangka di Sunter dan Depok, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa potongan pakaian, bijih plastik seberat tujuh ton, pakaian anak-anak, dan surat sewa kantor.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 mengenai tindak pidana pencucian uang.

Baca Juga:

  • Pekan Depan Polisi Periksa Keluarga Tito Kei
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.