Empat Menteri Ikut Memilih, Jokowi Menang

TEMPO.CO, Jakarta - Tempat Pemungutan Suara 001 di Komplek Menteri Widya Chandra, Kelurahan Senayan, Jakarta Selatan tampak lengang. Sejak pagi hingga siang tercatat hanya empat menteri yang datang mencoblos di TPS tersebut.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjadi menteri pertama yang menggunakan hak pilihnya. "Datang sekitar pukul 08.00 pagi tadi," ujar salah seorang petugas TPS kepada Tempo, Kamis, 20 September 2012.

Usai Purnomo, giliran Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang datang mencoblos. Didampingi istrinya, mantan Gubernur Sumatera Barat ini tiba di TPS pukul 09.30 WIB.

Kedatangan Gamawan disusul Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pada pukul 11.30 WIB. Muhaimin dan istrinya tampak santai berjalan kaki ke TPS, namun tetap dikawal ajudannya.

Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie menjadi menteri terakhir yang datang di TPS 001. Dia tiba sekitar 15 menit sebelum waktu pencoblosan ditutup pada pukul 13.00 WIB.

Salim didampingi tak kurang dari tujuh anggota keluarganya terdiri dari putra dan putri kandungnya beserta istri. Semuanya datang dengan berjalan kaki. "Siapapun yang menang kami harap bisa membuat Jakarta lebih bagus lagi," ujar Salim yang ditemui usai menggunakan hak pilihnya.

Secara mengejutkan, pasangan Jokowi-Ahok justru menang dengan 52 suara di TPS tersebut. Sedangkan pasangan Foke-Nara hanya meraih 38 suara. Satu suara dinilai tidak sah. Dari 248 pemilih yang terdaftar di TPS tersebut, hanya 91 orang yang menggunakan hak pilihnya.

SUBKHAN

Berita Terpopuler:

Korban Kebakaran Tak Akan Coblos Calon Lain

Penyebar Selebaran Isu SARA Jadi Tersangka

Tetangga Nara Mantap Pilih Jokowi

New York Times Soroti Pencalonan Joko Widodo

Ini Dialog yang Dimanipulasi dalam Film Anti-Islam

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.