Empat Model iPhone 12 Bakal Mendukung 5G

Liputan6.com, Jakarta - Para analis perusahaan layanan finansial, JP Morgan, memprediksi Apple merilis empat model iPhone dengan dukungan 5G pada semester II 2020. Keempatnya akan dibagi dalam dua kelompok, layar lebih besar dan kecil. 

Dikutip dari App Insider, Selasa (3/12/2019),  dua model iPhone 12 akan memiliki kemampuan 3D sensing di bagian belakang, dan mendukung koneksi 5G lebih cepat berbasis mmWave. 

Dalam catatannya kepada investor, JP Morgan meyakini Apple akan meningkatkan jumlah pengapalan smartphone dibandingkan tiga iPhone sebelumnya.

Apple diprediksi akan menghadirkan iPhone 12 dengan layar 5,4 inci, 6,7 inci, dan dua varian dengan 6,1 inci. Dua diantaranya akan menjadi varian Pro. 

Model 6,1 dan 6,7 inci akan menjadi varian Pro dengan spesifikasi paling tinggi. Fitur unggulannya termasuk tiga kamera belakang dan "World-facing 3D sensing".

Sementara itu, dua model lain dengan layar berukuran 5,4 serta 6,1 inci memiliki dua kamera belakang, dan tanpa fitur 3D sensing

Menurut JP Morgan, empat smartphone tersebut akan mendorong percepatan dalam siklus penggantian iPhone. Selain itu, Apple disebut juga akan merilis generasi kedua iPhone SE dengan layar OLED 4,7 inci pada periode semester I 2020.

Perubahan Strategi 2021

Tiga kamera belakang iPhone 11 Pro. Liputan6.com/Yuslianson

Lebih lanjut, Apple diperkirakan mengubah strategi peluncuran iPhone pada 2021. Berdasarkan pemeriksaan rantai suplai, JP Morgan mengatakan perubahan strategis dalam peluncuran sedang disiapkan.

Perubahan tersebut bertujuan untuk memperlancar penjualan. Apple diprediksi akan merilis dua model iPhone pada semester I 2021, diikuti dua model lain pada semester II tahun yang sama.

Selain membantu masalah musiman untuk rantai suplai dan pendapatan, perubahan ini dinilai dapat membantu Apple bersaing baik dengan para vendor kompetitif lain.  Para pesaing utama Apple seperti Samsung merilis serangkaian smartphone sepanjang tahun dengan flagship pada semester I dan II.

Perubahan ini sekaligus akan membatasi downside dari kesalahan siklus produksi, karena Apple dapat mengubah aspek desain dalam jangka waktu enam bulan.

(Din/Ysl)