Empat Narapidana Korupsi Bebas, Termasuk Suryadharma Ali dan Patrialis Akbar

Merdeka.com - Merdeka.com - Empat nama narapidana kasus korupsi yakni mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, mantan Gubernur Jambi Zumi Zola, dan mantan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dipastikan bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin Bandung pada Selasa (6/9) kemarin.

Hal itu disampaikan Kepala Lapas Sukamiskin Elly Yuzar. Elly pun menambahkan, mereka mendapatkan bebas bersyarat sesuai dengan aturan yang tertera dalam UU Pemasyarakatan.

"Benar (bebas bersyarat) sesuai UU yang berlaku," katanya dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (7/9).

Selanjutnya, kata dia, mereka harus menjalani wajib lapor dan mengikuti ketentuan yang diatur oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

"Masih bebas bersyarat masih wajib lapor tentu di situ ada aturan yang diatur oleh Bapas. Itu diawasi Bapas kalau mereka melanggar aturan bisa saja mereka ditarik ke lapas," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Suryadharma merupakan terpidana kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013 dan korupsi dana operasional menteri (DOM). Dia terbukti merugikan keuangan negara sebesar Rp27.283.090.068 dan 17.967.405 riyal Saudi.

Penyalahgunaan yang dilakukan antara lain penunjukkan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH), penggunaan sisa kuota haji nasional, proses pendaftaran haji, penyediaan perumahan haji, pengelolaan BPlH, serta pengelolaan DOM tahun 2011-2013.

Atas penyalahgunaan yang dilakukannya, Suryadharma Ali dianggap merugikan negara hingga Rp 27.283.090.068 dan 17.967.405 Arab Saudi Riyal. Suryadharma Ali dinilai menguntungkan diri sendiri sebesar Rp 1.821.698.840.

Sementara itu, Patrialis Akbar didakwa menerima suap dari Basuki Hariman, pengusaha daging impor. Basuki berkepentingan terhadap uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mengatur tentang batasan impor daging. [cob]