Empat Pemuda Bisnis Kaus Berdesain Tradisi Batak

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Anak muda saat ini lebih menyukai segala sesuatu yang modern. Hanya segelintir saja yang belajar dan mengerti tradisi dari tanah leluhur mereka.

Atas dasar pemikiran inilah Rinaldi bersama tiga rekannya Felix, Putra, dan Jerry ingin mengangkat tradisi leluhur mereka yang berasal dari Sumatra Utara terutama suku Batak.

Mengusung brand BK Ethnic Cloth, keempat pemuda itu mencoba mengenalkan tradisi-tradisi Batak melalui desain kaus yang mereka buat. Yang unik adalah kaus-kaus ini diproduksi di Bandung.

"Kebetulan kami memang berkuliah di Bandung dan sama-sama berdarah Batak. Ada keinginan untuk mengenalkan tradisi," ujar Rinaldi, kepada Tribun, Minggu (23/9/2012).

Berbekal latar belakang pendidikan di bidang desain dan ekonomi, mereka akhirnya memutuskan untuk berbisnis kaus dengan berbagai desain.

"Sampai saat ini kami sudah mempunyai 20 desain sejak awal berbisnis di bulan Maret lalu. Satu desain terdiri dari beberapa seri warna. Kami hanya menggunakan tiga warna untuk warna dasar kaos, yaitu hitam, broken white, dan cokelat," ujar pria yang juga bekerja sebagai karyawan swasta itu.

Desain yang ditawarkannya pun beragam. Ada kaus dengan desain bertuliskan Marbecak, Tuak, dan Taneh Karo Simalem lengkap dengan desain ukiran khasnya.

Selain tulisan, mereka pun bermain dengan desain gambar dan grafis seperti gambar rumah yang dipadukan dengan tulisan.

Rinaldi mengaku mendapat inspirasi desain dari cerita orang tua tentang kebudayaan Batak yang begitu kaya. Selain itu, buku dan internet pun mereka manfaatkan untuk melakukan riset tentang kebudayaan Batak.

"Untuk desain akan selalu ada karena Batak sendiri merupakan suku yang sangat kaya. Ada yang disebut Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, dan Angkola. Suku-suku itu punya tradisi dan cerita yang berbeda-beda. Itu juga yang menjadi inspirasi desain kami," kata Rinaldi.

Melalui desain-desainnya, keempat pemuda itu ingin membangkitkan kembali kecintaan para pemuda berdarah Batak pada tradisinya sekaligus mengenalkan tradisi itu pada pemuda yang lain melalui cara unik seperti ini.

"Bukan hanya orang Batak yang meminati produk kami, orang lain pun banyak yang suka. Bahkan para turis asing menjadikan produk kami sebagai buah tangan untuk dibawa ke negaranya," kata Rinaldi.

Selain bisa bergaya, pemakai kaus ini pun bisa belajar tentang tradisi Batak. Untuk melihat produk ini bisa dilihat di www.facebook.com/bkethnic atau twitter @bk_ethnic. Kaus-kaus khas ini dibanderol Rp 80.000.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat