Empat Pilar yang Bikin Mercedes Berkomitmen pada F1

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Beberapa faktor memicu tanda tanya. Perubahan komposisi pemegang saham Mercedes-AMG Petronas setelah sepertiganya diakuisisi INEOS, dinilai akan berpengaruh pada keputusan tim.

Selain itu, perdebatan tentang apakah F1 cocok dengan masa depan produsen mobil jalanan di tengah perubahan yang dilakukan para pabrikan otomotif.

Dalam diskusi tentang apakah akan berkomitmen atau tidak kepada F1 untuk periode Perjanjian Concorde baru sejak 2021, bos Mercedes, Ola Kallenius, menegaskan bahwa keputusan didasarkan pada alasan rasional. Bukannya emosi menikmati balapan.

Ia menjelaskan bahwa ada empat pilar kunci yang mesti dipenuhi olahraga untuk meyakinkan Mercedes, bahwa F1 merupakan tempat yang tepat.

“Saya tahu ada spekulasi di media, tapi kami tidak pernah serius mundur karena ini merupakan bagian kuat dari warisan kami,” ujarnya, ketika ditanya Motorsport.com tentang masa depan perusahaan di F1.

“Kami punya merek yang lahir dari trek balapan. Tapi kami bertanya kepada diri sendiri di dewan direksi, pilar apa yang membuat Formula 1, melebihi hubungan emosional dalam olahraga? Bagaimana Anda melihat ini dari sudut pandang rasional? Kami datang dengan empat pilar yang perlu Anda jawab dalam pandangan kami dengan sebuah ya.”

Empat area kunci adalah pertunjukan, lingkungan, keuangan dan keuntungan masa depan. Berikut penjelasan Kallenius tentang alasan elemen tersebut sangat penting.

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, di pit lane

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, di pit lane<span class="copyright">Andy Hone / Motorsport Images</span>
Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, di pit laneAndy Hone / Motorsport Images

Andy Hone / Motorsport Images

Keuangan

Biaya F1 meningkat secara dramatis selama beberapa tahun terakhir, dengan tim-tim sukses mengeluarkan ratusan juta pounds setiap tahun dalam upayanya untuk menang.

Akselerasi pengeluaran yang tidak berkelanjutan dan berisiko membuat pabrikan mobil sukses menarik diri dari F1 kalau mereka tidak bisa menjelaskan penggunaan dana kepada direksi perusahaan.

Pembebanan batas anggaran dari 2021, yang terkait dengan perubahan cara pembiayaan olahraga agar lebih adil bagi setiap orang, adalah faktor-faktor yang membuat Mercedes bertahan di F1.

“Hal ketiga (bagi kami) adalah keberlanjutan finansial,” Kallenius menambahkan. “Pembatasan biaya sangat membantu. Kami merupakan seorang advokat untuk itu. Hal itu membuat rencana ekonomi lebih baik, jadi saya kira kami telah mencentang kotak itu juga,” ucapnya.

Keuntungan masa depan

Perubahan biaya F1 juga harus dilakukan mungkin mengubah model bisnis tim sepenuhnya. Jika dulu, para pemilik seolah ‘membakar’ uang, sekarang ada kesempatan membuat keuangan lebih atraktif dan mencetak profit.

“Yang keempat adalah apakah itu harus selalu jadi pusat biaya, atau bisa jadi waralaba olahraga, seperti klub sepak bola atau klub sepak bola Amerika di Amerika Serikat?” Kallenius mengutarakan. “Dan kami bisa melihat sekarang bahwa orang-orang mulai melihat ini sebagai olahraga waralaba.

“Mendapat mitra hebat dan kuat, serta profesional, yang tahu olahraga profesional, seperti INEOS, dalam gambar menunjukkan itu. Faktanya seseorang seperti Jim (Ratcliffe, CEO INEOS) membuat keputusan bergabung dengan kami, saya kira menguatkan pilar keempat kami.

“Dan dengan keempat pilar itu, bagi saya, keputusan jelas. Kami bergabung.”