Empat Polisi Penganiaya Pengamen Dicopot

TEMPO.CO, Wonogiri - Polisi dari Kepolisian Resor Wonogiri yang menganiaya pengamen bernama Susanto akhirnya dicopot dari jabatannya. Sebenyak empat penyidik polisi itu juga terancam hukuman pidana. "Yang bersangkutan juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek S Triwidodo, di kantornya, Selasa 12 Februari 2013.

Didiek telah mencopot ke empat polisi penganiaya yang sebelumnya menjadi penyidik, masing-masing Brigadir Kepala Agus Suhartono anggota Polsek Eromoko, Brigadir Kepala Ropii anggota Polsek Kismantoro, dan Brigadir Satu Aditia anggota Polsek Wuryantoro. "Pencopotan ini sebagai sanksi disiplin, mereka juga akan dipidanakan," ujar Didiek.

Pencopotan anggota kepolisian itu sebagai pertangungjawaban aparat kepolisian yang telah melakukan tindakan pidana umum dengan cara kekerasan terhadap warga sipil. Kapolda juga menyatakan telah mencopot kepala satuan reserse dan kriminal dari jabatannya, karena dianggap tidak professional.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Komisaris Besar Agus Santoso, menyatakan empat penyidik yang telah dicopot dari jabatannya itu sedang diperiksa oleh satuan Profesi dan Pengamanan (Propam). "Setelah selesai baru dilimpahkan ke kami masalah pidana," ujar Agus Santoso, menambahkan .

Menurut Agus, empat penyidik yang sebelumnya bekerja sama dengan Kepolisian Resor Sukoharjo itu menganiaya seorang pengamen bernama Susanto yang telah dituduh mencuri burung. Susanto merasa kesakitan dan dibawa ke rumah sakit umum daerah Wonogiri setelah menjalani pemeriksaan polisi.

Susanto mengalami patah tulang di jari tangan kelingking kiri, jeratan di leher dan memar di beberapa bagian tubuh. "Korban Susanto menderita luka parah karena dipukuli menggunakan rotan," ujar Agus.

EDI FAISOL

Baca juga:

Obrolan Annisa, Mahasiswa UI, Sebelum Meninggal

Habis Bercinta dengan Lelaki, Pria Ini Tewas

Annisa Tewas, Dewan Akan Panggil IDI dan RS

Keluarga Annisa Kecewa dengan Rumah Sakit

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.