Empat prajurit Irak terluka dalam serangan roket ke pangkalan udara

Baghdad (AP) - Empat anggota militer Irak terluka pada Minggu dalam serangan roket yang menargetkan sebuah pangkalan udara di utara Baghdad, di mana pelatih Amerika hadir hingga baru-baru ini, kata pejabat keamanan Irak.

Serangan oleh setidaknya enam roket itu terjadi hanya beberapa hari setelah Iran menembakkan rudal balistik di dua pangkalan di Irak yang menampung pasukan AS, yang tidak menimbulkan korban.

Tidak ada orang Amerika saat ini di pangkalan udara Balad dan tidak ada selama serangan itu, menurut juru bicara koalisi. Pangkalan itu telah menjadi tuan rumah bagi pelatih, penasihat, dan perusahaan Amerika yang menyediakan layanan pemeliharaan untuk pesawat F-16, menurut seorang pejabat pertahanan Irak yang berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan.

Ketegangan yang meningkat baru-baru ini antara AS dan Iran dipicu bulan lalu ketika serangan roket menewaskan seorang kontraktor Amerika di sebuah pangkalan di Irak. AS telah menyalahkan serangan itu dan lainnya pada milisi yang didukung Iran.

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah cuitan pada Minggu bahwa dia “marah” oleh serangan itu.

"Marah oleh laporan serangan roket lain di pangkalan udara Irak," cuitnya. "Saya berdoa untuk pemulihan yang cepat dari mereka yang terluka dan menyerukan kepada pemerintah Irak untuk meminta pertanggungjawaban pada pihak yang bertanggung jawan atas serangan-serangan ini."

"Pelanggaran terus-menerus atas kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok yang tidak loyal kepada pemerintah Irak ini harus diakhiri," tambahnya.

Serangan pada Minggu itu melukai seorang perwira angkatan udara Irak dan tiga orang tamtama, kata pejabat keamanan Irak. Mereka berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan.

Beberapa roket jatuh di sebuah restoran di dalam pangkalan udara, kata para pejabat.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pangkalan itu terletak sekitar 80 kilometer di utara Baghdad.

Sebuah pernyataan dari kantor media resmi tentara Irak mengkonfirmasi serangan itu tetapi mengatakan delapan roket menghantam pangkalan itu, dan dua perwira telah terluka. Perbedaan dalam jumlah korban tidak dapat segera diverifikasi.

AS dan Iran baru-baru ini mundur dari ketegangan yang meningkat setelah pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, jenderal top Iran, dalam serangan udara AS di Baghdad. Seorang pemimpin senior Irak dari milisi yang didukung Iran juga tewas.