Empat Siswa SD Tewas Tertabrak Kereta Api

TEMPO.CO, Subang-Empat siswa SD ditabrak kereta api (KA) Cirebon Express jurusan Cirebon-Jakarta, ketika mereka sedang bermain di atas rel KA saat istirahat jam belajar,Sabtu, 9 Pebruari 2013. Peristiwa terjadi saat mereka berlompatan menuju rel jalur B, tiba-tiba  KA Cirebon Express dari arah Cirebon menuju Jakarta melintas  dan  menabrak mereka.

Para korban yang merupakan siswa SDN Bhineka Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Baratitu bernama Habib Anjar, Saeful Anwar, keduanya murid kelas 2, Reksi Hidayat kelas 3 dan Rizal Setiawan kelas 4. "Tubuh ketiga korban hancur dan hanya satu korban yang jasadnya masih agak utuh," kata Kusdinar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.

Ada pun satu jasad korban lainnya, terseret hingga ke statsiun Pringkasap yang berjarak sekitar lima kilometeran dari lokasi kejadian. Peritiwa nahas yang menimpa keempat murid SD tersebut terjadi ketika para korban bermain-main di atas rel KA sambil mengejar-kejar KA yang sedang langsir di rel jalur A jurusan Jakarta-Cirebon.

Rodiah, salah seorang guru SDN Bhineka yang menyaksikan langsung peristiwa menggetirkan pada saat jam istirahat sekitar pkl.09.27 itu, mengungkapkan, ketika KA Cirebon Express meintas, dia  sempat berteriak-teriak keras.

Tetapi, teriakan bu guru yang hanya berjarak sekitar 50 meteran dari lokasi sekolah ke rel KA tersebut tak diindahkan keempat korban. "Mereka seolah-olah tak mendengar teriakan kami," ujar Rodiah, dengan mata berkaca-kaca.

Kusdinar mengakui lokasi gedung sekolah yang hanya berjarak 50 meteran dengan lokasi rel KA tersebut belum diberi pagar pengaman.

"Kedepan, kami akan berupaya membangunkan tembok penghalang antara halaman sekolah dan lokasi rel kereta api yang hanya terhalang patrit itu," paparnya.

Kusdinar telah memerintahkan Kepala Sekolah SDN Bhineka Heru Hermawan dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Pabuaran Romly segera berkunjung dan menyampaikan bela sungkawa.

Kusdinar berjanji akan mengupayakan perolehan dana asuransi kecelakaan. "Kami segera mengurusnya bersama pihak kepolisian," ujarnya.

NANANG SUTISNA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.