Empat Tentara NATO Tewas di Afghanistan Selatan

Kabul (ANTARA/Xinhua-0ANA/Reuters) - Sebanyak empat tentara NATO tewas selama insiden terpisah di Afghanistan selatan, yang bergolak, kata aliansi militer dalam siaran pers yang dikeluarkan di Kabul.

"Dua anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) tewas setelah terjadi serangan gerilyawan di Afghanistan selatan hari ini," kata ISAF, pimpinan NATO dalam siaran pers Sabtu malam.

Seorang tentara anggota aliansi tewas dalam serangan bom rakitan (IED)pada pagi hari dan korban keempat menghembuskan nafas terakhir karena cedera tak terkait pertempuran pada Sabtu pagi juga di Afghanistan selatan, kata siaran pers ISAF.

Siaran pers singkat itu tidak menyebutkan kebangsaan korban sesuai dengan kebijakan ISAF.

Pasukan terutama dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia telah ditempatkan di wilayah selatan dalam kerangka ISAF untuk mengekang aksi perlawanan terkait dengan Taliban di sana.

Para gerilyawan Taliban, kelompok yang telah melakukan perlawanan selama satu dekade, mengumumkan pada 2 Mei bahwa mereka akan melancarkan serangan pemberontakan musim semi mulai 3 Mei di seluruh negeri.

Kelompok itu mengatakan target mereka adalah tentara Amerika Serikat, NATO dan pasukan Afghanistan selain para anggota legislatif serta fungsionaris pemerintah Afghanistan.

Lebih dari 150 tentara asing telah tewas di Afghanistan sepanjang tahun ini.

Rezim Taliban digulingkan oleh tentara Amerika Serikat dalam serangan 2001, karena tuduhan melindungi pelaku serangan 11 September terhadap Amerika.

Dua anggota kawakan parlemen Amerika Serikat pekan lalu menyatakan, Taliban sekarang lebih kuat dari sebelum Presiden Barack Obama memerintahkan gelombang pengiriman pasukan ke Afghanistan.

Pernyataan dua anggota parlemen itu bertentangan dengan penilaian pemerintah terhadap perlawanan tersebut.

"Kami mengatakan bahwa yang kami temukan adalah Taliban lebih kuat," kata Ketua Panitia Sandi Senat Dianne Feinstein pada "State of the Union" jaringan berita CNN dalam wawancara termasuk dengan Ketua Panitia Sandi Dewan Perwakilan Rakyat Mike Rogers, yang setuju dengan pernyataannya.

Kedua anggota parlemen itu pada pekan lalu baru kembali dari Afghanistan.

Departemen Pertahanan pada pekan lalu dalam laporan ke Kongres menyatakan tambahan 33.000 tentara ke Afghanistan pada akhir 2009 melemahkan Taliban, tapi perlawanan tetap tangguh.

Laporan itu menyatakan serangan gerilyawan secara keseluruhan turun pada 2011 untuk pertama kali sesudah lima tahun, meskipun kekerasan meningkat di sekitar kubu selatan Taliban di Kandahar, wilayah pusat upaya Amerika Serikat sejak 2009.

Feinstein, anggota Demokrat, menyatakan sekolah agama di Pakistan menyediakan anggota baru bagi perlawanan di Afghanistan.

"Jadi, pemberontakan, yang diharapkan padam dengan sendirinya sesudah beberapa waktu, tidak akan padam," katanya.

Obama berkunjung ke Kabul pada pekan lalu untuk menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Kesepakatan itu menetapkan peran jangka panjang Amerika Serikat di Afghanistan, termasuk bantuan dan penasehat, setelah sebagian besar pasukan tempur Amerika Serikat dan NATO ditarik pada akhir 2014. (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.