Empat Teroris Tulung Agung Masuk Kelompok Poso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok teroris yang ada di Indonesia saat ini hampir semuanya tergabung dalam kelompok Poso dibawah pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

Empat teroris yang disergap tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Pahlawan, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013) sekitar pukul 08.45 WIB merupakan kelompok teroris pencari dana.

Dayah alias Kim bersama kelompoknya terlibat dalam beberapa aksi teror diantaranya perampokan Bank CIMB Niaga Jalan Aksara Medan pada 18 Agustus 2010, seorang personel Brimob Polda Sumut Briptu Imanuel Simanjuntak tewas ditembak saat itu serta melukai dua petugas keamanan Bank CIMB Niaga Fahmi (27) dan Muchdiantoro (31). Kelompok teroris tersebut pun berhasil membawa uang Rp 300 juta.

Kemudian teroris di Tulung Agung pun juga terlibat dalam penyergapan kelompok teror di Bali, Sabtu (17/3/2012). Saat itu lima teroris ditembak mati saat akan melakukan aksi teror dan perampokan Money Changer. Kelima teroris yang ditembak mati tersebut pun terkait dengan kelompok teroris perampok CIMB Medan.

“Keterkaitan mereka diduga para tersangka terlibat dalam kasus-kasus sebelumnya yaitu kasus Poso, Solo, dan mereka termasuk kelompok pencari dana kasus Bali dan Medan,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2013).

Empat pelaku tindak pidana terorisme yang disergap tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Pahlawan, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013) sekitar pukul 08.45 WIB.

Empat teroris tersebut sudah menjadi buruan tim berlambang burung hantu sejak lama. Mereka kerap kali lolos dari buruan Densus 88 sejak peristiwa perampokan Bank CIMB Niaga 2010 lalu. Mereka pun melakukan perekrutan orang-orang baru untuk melakukan fai atau merampok untuk kepentingan teror.

Pada saat disergap, keempat teroris tersebut sedang menunggu kendaraan umum di Tulung. Saat Densus 88 akan menyergapnyya, tiba-tiba pergerakannya diketahui sang teroris. Dayah alias Kim tiba-tiba mengeluarkan senjata apinya dan menembak tim Densus 88 yang mendekat.

Baku tembak pun tidak terhindarkan lagi sampai akhirnya Dayah bersama temannya tewas diterjang peluru petugas. Sementara dua orang teroris yang belum mau dibuka oleh pihak kepolisian menyerah dan saat ini masih diperiksa intensif tim Densus 88.

Sementara teroris yang tewas dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan pemeriksaan jenazah lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.

Baca Juga:

Bom Rakitan dan Sepucuk Revolver Diamankan

4 Terduga Teroris Itu Disergap Saat Tuggu Kendaraan Umum

Penyergapan Teroris, Polisi Amankan Pistol dan Tas Bom

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.