Empati adalah Kemampuan Emosional Manusia, Kenali Jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Empati adalah salah satu kemampuan berharga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bersosialisasi, sikap empati diperlukan untuk menjalin persahabatan, merawat yang membutuhkan, dan menjadi pribadi yang baik. Orang yang memiliki sikap empati adalah orang yang memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap situasi di sekitarnya.

Empati adalah sikap yang membantu seseorang bekerja sama dengan orang lain. Beberapa orang memiliki sikap empati tinggi dan beberapa lagi mungkin memiliki empati yang kurang. Empati adalah kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk memahami orang lain.

Untungnya, empati adalah kemampuan yang bisa dipelajari dan diperkuat. Sikap empati adalah sikap yang bisa dibangun seiring berjalannya waktu. Kemampuan empati adalah kemampuan yang penting untuk membangun hubungan yang positif.

Berikut pengertian tentang empati, jenis, tanda, dan pentingnya dalam kehidupan sehari-hari, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(5/11/2020).

Pengertian Empati

ilustrasi teman sahabat/Photo by Bagas Muhammad on Unsplash
ilustrasi teman sahabat/Photo by Bagas Muhammad on Unsplash

Menurut Psychologytoday, empati adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan berbagi pemikiran dan perasaan orang lain. Very Well Mind mendefinisikan empati sebagai kemampuan untuk memahami secara emosional apa yang dirasakan orang lain, melihat sesuatu dari sudut pandang mereka, dan membayangkan dirinya pada tempatnya.

Pada dasarnya empati adaah sikap menempatkan diri pada posisi orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan. Empati adalah kemampuan untuk memahami pengalaman dan perasaan orang lain di luar perspektifmu sendiri.

Manusia mulai menunjukkan tanda-tanda empati sejak masa bayi dan sifat tersebut berkembang selama masa kanak-kanak dan remaja.

Contohnya, temanmu baru saja kehilangan kucing kesayangannya. Empati memungkinkanmu memahami tingkat rasa sakit yang dia alami, bahkan jika kamu tidak pernah kehilangan hewan kesayangan.

Dilansir dari Healthline, saat berempati, kamu benar-benar merasakan emosi seolah-olah itu adalah bagian dari pengalamanmu sendiri. Dengan kata lain, rasa sakit dan kebahagiaan orang lain menjadi rasa sakit dan kebahagiaanmu.

Pentingnya Empati

Ilustrasi teman sahabat pria. (Sumber Pixabay)
Ilustrasi teman sahabat pria. (Sumber Pixabay)

Empati memungkinkan seseorang menjalin hubungan baik dengan orang lain. Ini membuat mereka merasa didengarkan, baik melalui kata-kata dan bahasa tubuh. Empati membantu seseorang terhubung dan membantu orang lain.

Memiliki banyak empati membuat seseorang prihatin akan kesusahan dan kebahagiaan orang lain. Namun, empati juga terkadang menyebabkan kewalahan, kelelahan, atau bahkan terlalu terstimulasi karena selalu memikirkan emosi orang lain.

Ada sejumlah manfaat dari merasakan empati:

- Empati memungkinkan orang membangun hubungan sosial dengan orang lain. Dengan memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang, orang dapat merespons dengan tepat dalam situasi sosial.

- Berempati dengan orang lain membantumu belajar mengatur emosi sendiri. Pengaturan emosi penting karena memungkinkan seseorang untuk mengelola apa yang ia rasakan, bahkan di saat-saat stres yang hebat, tanpa menjadi kewalahan.

- Empati mendorong perilaku membantu. Kamu tidak hanya lebih cenderung terlibat dalam perilaku membantu ketika merasa empati terhadap orang lain, tetapi orang lain juga lebih cenderung membantumu ketika mereka mengalami empati.

Jenis-jenis Empati

Jenis-jenis empati Credit: pexels.com/pixabay
Jenis-jenis empati Credit: pexels.com/pixabay

Ada berbagai jenis empati yang mungkin dialami seseorang. Jenis-jenis empati ini adalah:

Empati afektif

Empati afektif melibatkan kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan merespons dengan tepat. Pemahaman emosional seperti ini dapat menyebabkan seseorang merasa prihatin terhadap keadaan orang lain, atau dapat menyebabkan perasaan tertekan secara pribadi.

Empati somatik

Empati somatik melibatkan semacam reaksi fisik sebagai respons terhadap apa yang dialami orang lain. Orang terkadang secara fisik mengalami apa yang dirasakan orang lain. Ketika melihat orang lain merasa malu, misalnya, kamu mungkin mulai tersipu atau sakit perut.

Empati kognitif

Empati kognitif melibatkan kemampuan untuk memahami keadaan mental orang lain dan apa yang mungkin mereka pikirkan sebagai respons terhadap situasi tersebut. Ini terkait dengan apa yang oleh para psikolog disebut sebagai teori pikiran, atau pemikiran tentang apa yang dipikirkan orang lain.

Ciri-ciri Orang yang Memiliki Empati

Ilustrasi Persahabatan | unsplash.com/@josephtpearson
Ilustrasi Persahabatan | unsplash.com/@josephtpearson

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seeorang memiliki sifat empati yang kuat. Ciri-ciri orang yang memiliki empati adalah:

- pandai benar-benar mendengarkan apa yang orang lain katakan.

- orang lain sering memberi tahumu tentang masalah mereka.

- pandai menangkap perasaan orang lain.

- sering memikirkan bagaimana perasaan orang lain.

- orang lain mendatangimu untuk meminta nasihat.

- sering merasa terbebani oleh peristiwa tragis.

- sering mencoba membantu orang lain yang menderita.

- pandai mengetahui saat orang tidak jujur.

- terkadang merasa lelah atau kewalahan dalam situasi sosial.

- sangat peduli dengan orang lain.

- merasa sulit untuk menetapkan batasan dalam hubungan dengan orang lain.

Bisakah Sifat Empati Dikembangkan?

ilustrasi persahabatan/Photo by Helena Lopes on Unsplash
ilustrasi persahabatan/Photo by Helena Lopes on Unsplash

Menurut Psychologytoday, peneliti percaya bahwa orang dapat memilih untuk mengembangkan dan memprioritaskan empati. Orang yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan individu yang berbeda dari dirinya cenderung mengadopsi pandangan yang lebih berempati terhadap orang lain.

Penelitian lain menemukan bahwa membaca novel dapat membantu menumbuhkan kemampuan untuk menempatkan diri di benak orang lain. Meditasi juga telah terbukti membantu mengembangkan kondisi otak yang meningkatkan empati.

Dilansir dari Very Well Mind, tidak semua orang merasakan empati dalam setiap situasi. Beberapa orang mungkin secara umum lebih berempati secara alami, tetapi orang juga cenderung merasa lebih berempati terhadap beberapa orang dan tidak begitu terhadap orang lain.

Beberapa faktor berbeda yang berperan dalam kecenderungan ini meliputi:

- bagaimana orang memandang orang lain

- bagaimana orang menghubungkan perilaku individu lain

- apa yang disalahkan orang atas kesulitan orang lainPengalaman dan harapan masa lalu