Enam desa di Kabupaten Kupang jadi contoh pemberdayaan disabilitas

Pemerintah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menetapkan enam desa sebagai desa percontohan kegiatan pemberdayaan bagi kaum disabilitas pada 2022.

"Pemerintah Kabupaten Kupang berharap kegiatan pemberdayaan bagi kaum disabilitas di enam desa itu bisa berlangsung dengan sukses," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang Yohanis Masneno dalam sosialisasi program "strengthening social inclusion for disability equity and rights" bagi pemangku kepentingan di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan enam desa yang menjadi percontohan program pemberdayaan kaum disabilitas yaitu Desa Oben, Desa Besmarak, Desa Oelomin di Kecamatan Nekamese, Desa Kuaklalo, Desa Oeletsala, Desa Baumata Timur di Kecamatan Taibenu.

Baca juga: Komnas dorong pendataan penyandang disabilitas yang akurat

Yohanis Masneno mengatakan kegiatan ini dilakukan demi membangun sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kupang secara khusus untuk mensosialisasikan program solider yang berkaitan dengan pembangunan yang inklusi di mana penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dan harus turut serta dalam pembangunan.

"Pemerintah Kabupaten Kupang menggandeng lembaga Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) untuk pemenuhan kebutuhan kaum disabilitas yang berkaitan dengan akses perlindungan sosial, kesehatan, bantuan hukum," katanya.

Ia mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi NTT telah menerbitkan Perda tentang Disabilitas sehingga Pemerintah Kabupaten Kupang juga segera membuat Perda tentang Disabilitas demi pemenuhan kebutuhan pembangunan bagi kaum disabilitas baik secara fisik maupun nonfisik.

Baca juga: Kemenkes tegaskan komitmen dukungan untuk disabilitas

"Terima kasih juga kepada pihak LSM yang telah membantu dengan mengambil bagian dalam peran pemerintah," ujar Yohanis Masneno.

Ia menyebutkan penyandang disabilitas di Kabupaten Kupang tercatat 1.072 orang yang tersebar di 22 kecamatan.

Program Manager Solider NTT Berti Soli Dima Malingara mewakili Direktur Garamin NTT menyatakan bahwa kegiatan ini guna meminta dukungan dari semua peserta sosialisasi untuk mendukung program Solider.

"Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya untuk mencapai NTT yang penuh inklusi," kata Berti.

Ia menjelaskan bahwa program inklusi ini merupakan kerja sama Sigab Indonesia, salah satu organisasi difabel yang juga merupakan salah satu mitra program inklusi.

Baca juga: Peneliti: Tingkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga difabel

Ia berharap para kepala desa dan fasilitator dari 6 desa yang telah menjadi proyek percontohan ini bisa menjadi tim kuat demi mendukung solider.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel