Enam Jam Diperiksa KPK, Istri dan Anak Lukas Enembe Bungkam

Merdeka.com - Merdeka.com - Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda, dan anaknya Astract Bona Timoramo telah merampungkan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan suap gratifikasi pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Setelah diperiksa kurang lebih enam jam, sekitar pukul 16.26 WIB, Yulce dan Astract akhirnya keluar dan pergi meninggalkan area Gedung KPK. Mereka memilih bungkam ketika cecar pertanyaan dilayangkan awak media.

Tak ada komentar sedikit pun, hanya Yulce yang sempat mengayunkan tangan sebagai penanda tak ingin berkomentar. Dia dan anaknya, dikawal satu orang di depan lantas bergegas meninggalkan gedung Lembaga Antirasuah.

Adapun pemeriksaan terhadap keduanya, dilakukan sebagai saksi untuk tersangka Rijatono Lakka selaku pemberi suap kepada Lukas Enembe. Hal itu, karena mereka menyatakan menolak apabila memberikan keterangan untuk Lukas.

"Bahwa yang bersangkutan akan menggunakan haknya untuk menolak sebagai saksi untuk tersangka LE kami persilahkan itu dan tentu itu disampaikan dihadapan tim penyidik KPK sehingga dibuat briefing berita acara penolakannya," jelas Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

"Tetapi untuk tersangka RL kan tidak ada hubungan keluarga, sehingga tentu dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait dengan dugaan suap, begitu kan," tambahnya.

Usut Aliran Dana Korupsi Lukas ke Yulce

Sementara itu, Ali mengamini jika penyidik tak menutup kemungkinan bakal mengusut aliran uang kepada Yulce Wenda yang berasal dari hasil korupsi Lukas Enembe.

"Tentu terkait uang sebagaimana disampaikan kami pasti akan dalami. Dari setiap saksi yang kemudian dilakukan pemanggilan oleh tim penyidik KPK siapa pun saksinya, dari tim pasti melakukan pendalaman-pendalaman terkait proses dugaan pemberiannya, penerimaan uang, dan penggunaan uang," kata Ali.

Menurutnya, baik Yulce dan Astract yang diperiksa sebagai saksi dalam kaitan uang suap yang diterima Lukas Enembe dari tersangka Rijatono Lakka, bakal didalami terkait sumber dananya.

"Untuk RL kemarin KPK tetapkan sebagai tersangka pemberi suap sehingga pendalaman terkait dengan pengetahuan dari dua orang saksi ini yang terkait dugaan pemberian suap yang berkaitan dengan infrastruktur di Papua," tutur Ali.

Alasan Menolak Kasih Keterangan

Alasan menolak beri keterangan itu dijelaskan Petrus, apabila keterangan Yulce dan Astract diminta penyidik untuk Lukas Enembe yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

"Dulu panggilannya 5 Oktober ketika dipanggil 5 Oktober dalam kapasitas saksi untuk tersangka LE (Lukas Enembe). Kalau untuk LE karena sebagai suami ibu Yulce dan Astract menggunakan hak untuk tidak berikan kesaksian," kata Petrus saat ditemui wartawan sebelum pemeriksaan, Rabu (18/1).

Adapun, Petrus menjelaskan kedatangan Istri dan Anak Lukas hari ini karena untuk memberikan keterangan tersangka Rijatono Lakka (RL) dalam kasus yang sama. Sehingga keduanya datang memenuhi panggilan dari penyidik KPK.

"Jadi kami sudah memberi pemahaman bahwa untuk perkara Lakka (Rijatono Lakka) apa yang ibu tahu apa yang ibu dengar apa yang ibu alami kasih keterangan ke penyidik supaya perkara baik kepada Lakka dan LE jadi terang," jelasnya.

Sementara terkait alasan menolak kesaksian untuk Lukas, Petrus menjelaskan, Yulce dan Astract memiliki keterikatan hubungan keluarga. Karena bila keterangan nantinya menguntungkan tersangka dikatakan memihak.

"Kalau merugikan tentu dalam KUHAP juga diatur apakah tersangka bersedia atau orang yang menjadi saksi untuk berikan keterangan kepada tersangka apakah tersangka setuju atau tidak," katanya.

"Karena hakim di sidang juga tanya, saksi ini ada hubungan dengan tsk pertama hakim menawarkan kepada saksi mengundurkan diri. Tapi kalau saksi katakan mau untuk bersaksi, hakim akan bertanya kepada tersangka apakah saudara keberatan. Jadi ini masih timbal balik, jadi katakanlah istrinya mau bersaksi, kalau tersangka keberatan tidak akan dipanggil," tambahnya.

Sebelumnya, KPK saat ini tengah memeriksa istri Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe, Yulce Wenda dan anaknya Astract Bona Timoramo Enembe hari ini, Rabu (18/1). Keduanya akan dimintai keterangan seputar kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (18/1). [fik]