Enam Kasus Varian Baru COVID-19 Dikonfirmasi di India

Renne R.A Kawilarang, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Enam kasus varian Covid-19 yang lebih mudah menular dikonfirmasi di India, setelah pertama kali diidentifikasi di Ingris. Enam individu yang baru kembali dari Inggris saat ini tengah menjalani isolasi, kata pihak berwenang pada hari Selasa (29/12).

India bergabung dengan deretan negara lain yang pekan lalu menangguhkan penerbangan ke dan dari Inggris. Varian baru ini jauh lebih mudah menular dari galur-galur sebelumnya namun belum tentu lebih berbahaya, menurut para pakar.

Dengan lebih dari 10 juta kasus terkonfirmasi sejauh ini, India memiliki jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia setelah AS.

Galur baru ini dapat "membuat kekacauan" dan "mengobrak-abrik sistem layanan kesehatan kami", kata dr. A. Fathahudin, pakar perawatan kritis yang telah merawat ratusan pasien Covid-19, kepada BBC.

Pemerintah India telah mulai menelusuri kontak dan anggota keluarga enam orang yang menunjukkan hasil tes positif untuk varian baru.

Penumpang yang tiba dari Inggris akan melalui tes RT-PCR di semua bandara di negeri itu, menurut pernyataan resmi. Sampel yang didapati positif kemudian akan dirangkai genomnya oleh laboratorium pemerintah demi mendeteksi varian baru.

Sekitar 33.000 penumpang telah tiba di India dari Inggris selama sebulan terakhir. Dari semua itu, 114 ditemukan positif virus corona - sampel mereka telah dikirim ke sepuluh laboratorium untuk sekuens genom, imbuh pernyataan itu.

Berita tentang varian baru memicu pembatasan perjalanan di seluruh dunia pekan lalu.

Beberapa negara seperti Kanada, Jepang, Spanyol, Swedia, dan Prancis semuanya telah mengkonfirmasi keberadaan galur baru tersebut.

Di Inggris, pejabat kesehatan memperingatkan bahwa tingkat infeksi Covid yang "sangat tinggi" di negeri itu "semakin mengkhawatirkan". Pada Senin, 41.385 kasus dan 357 kematian dilaporkan di Inggris - rekor baru.

Mengapa varian baru ini membuat khawatir?

Varian baru ini pertama kali dideteksi di Inggris selatan pada September. Ia diduga merupakan penyebab lonjakan tajam dalam hasil tes positif beberapa pekan ini di London, Inggris tenggara, dan Inggris timur.

Sekitar dua-pertiga orang yang dites positif di wilayah-wilayah ini dapat memiliki varian baru - namun ini baru perkiraan, kata Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS).

Ada tiga hal yang membuat varian baru ini menarik perhatian:

  1. Ia dengan cepat menggantikan versi-versi virus lainnya

  2. Ia memiliki mutasi yang memengaruhi bagian virus yang mungkin penting

  3. Eksperimen di laboratorium menunjukkan beberapa mutasi tersebut meningkatkan kemampuan virus menginfeksi sel

Semua ini mendukung argumen bahwa virus tersebut dapat menyebar lebih mudah, kata koresponden kesehatan dan sains BBC James Gallagher.

Para pakar berkata kandidat-kandidat kuat vaksin yang dikembangkan dalam beberapa bulan terakhir seharusnya masih ampuh.