Enam negara ikut konferensi di Lombok bahas pemulihan ekonomi

·Bacaan 2 menit

Sejumlah perguruan tinggi dari enam negara menjadi peserta konferensi internasional membahas pemulihan ekonomi dan keuangan di masa pandemi COVID-19 yang digelar di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Konferensi internasional yang digelar sebagian secara virtual dan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 tersebut, diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Wakil Rektor III UIN Mataram Dr Hj Nurul Yakin, M.Pd, menyambut bahagia atas terlaksananya kegiatan konferensi internasional yang melibatkan beberapa negara.

Baca juga: Ketum Kadin: Perang lawan pandemi untuk pulihkan kondisi ekonomi

"Tentu dengan kegiatan konferensi berskala internasional ini, eksistensi UIN Mataram diharapkan dapat bermanfaat," kata Nurul dalam sambutannya mewakili Rektor UIN Mataram Prof H Mutawali, M.Ag.

Lebih lanjut, Nurul mengatakan bahwa ekonomi dunia saat ini dalam kondisi terganggu akibat pandemi COVID-19.

Oleh sebab itu, kehadiran pemikiran dan penelitian perguruan tinggi di seluruh dunia diharapkan dapat saling bertukar pengalaman dan ilmu melalui kajian ilmiah, tentu untuk perbaikan daerah atau negara masing-masing.

"Nah, kehadiran UIN Mataram juga diharapkan ada kontribusi nyata bagi NTB. Misalnya saja pernik pemikiran dan penelitian dari kampus dapat bermanfaat bagi usaha mikro, kecil dan menengah," ujarnya.

Baca juga: Ekonom: Perbankan syariah tumbuh kuat di tengah pandemi

Sementara itu, Ketua Panitia Dr Salahuddin, M.Ag, mengatakan konferensi internasional tersebut adalah tradisi yang telah dibuat sejak kepemimpinan Dekan FEBI Dr H Amir Aziz, M.Ag, dan kegiatan kali ini kegiatan adalah yang kedua kali.

Ia menyebutkan beberapa kampus dari enam negara yang ikut serta dalam konferensi internasional tersebut, yakni Malaysia, India, Taiwan dan Palestina, serta Indonesia. Ada juga pakar dari salah satu kampus di Jepang.

Khusus perguruan tinggi dari Indonesia yang ikut serta sebanyak 25 kampus, termasuk UIN Mataram.

Baca juga: Riset: Pandemi dorong pertumbuhan minat transaksi digital

"Kegiatan konferensi yang digelar selama dua hari, yakni 7-8 Juli 2021, diharapkan dapat berkontribusi bagi penguatan potensi masing-masing negara, provinsi hingga kabupaten," ujar Salahudin.

Dekan FEBI UIN Mataram Dr H Amir Aziz, M.Ag, mengapresiasi kegiatan tahunan tersebut, karena menjadi ajang pertemuan para peneliti di masing-masing perguruan tinggi untuk mendesiminasikan hasil penelitiannya.

UIN Mataram, kata dia, juga hadir dalam rangka membangun semangat akademik dan semangat untuk mengikhtiarkan perbaikan kondisi ekonomi dan keuangan bangsa melalui kegiatan yang diselenggarakan dengan melibatkan pemikir dan penulis dari luar negeri.

Para penulis yang hadir berasal dari India sebanyak 11 orang, Malaysia sembilan orang, Taiwan satu orang, dan Palestina satu orang.

Baca juga: Wapres: Eskalasi kasus COVID-19 berdampak pada pemulihan ekonomi

Amir menambahkan konferensi juga menjadi lebih hidup dengan hadirnya beberapa pakar yang menjadi pemateri, seperti Prof Kisuko Mizuno dari Kyoto University Japan, Prof Abdul Rahim bin Abdul Rahman dari Universitas Sains Islam Malaysia.

Selain itu, Dr Sudhir Rana dari Gulf Medical University India, dan Dr Pongky Arie Wijaya dari UIN Mataram.

"Kegiatan ini diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar," ujarnya.

Baca juga: Anggota DPR optimistis program bansos pemerintah bisa gerakkan ekonomi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel