Enam Nelayan Terombang-ambing di Laut selama Tujuh Hari, Dua Meninggal

Merdeka.com - Merdeka.com - Enam nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan hilang di antara perairan Naikliu dan Oepoli, sejak Senin (29/8) lalu. Minggu (4/9) kemarin, mereka ditemukan terdampar di Desa Benda, Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, I Putu Sudayana mengatakan, setelah dilakukan pencarian selama tujuh hari di perairan sekitar Naikliu dan Oepoli Kabupaten Kupang hingga perbatasan Timor Leste, para korban dilaporkan terdampar di Sumba Timur.

Saat tim Pos SAR Waingapu bergerak ke lokasi terdampar, awalnya satu orang korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dalam perahu. Sedangkan empat orang lainnya dalam kondisi lemas akibat kelaparan dan dehidrasi.

Diketahui terdapat enam orang di

dalam kapal. Namun salah satunya yang merupakan nakhoda kapal bernama Fransiskus Banso, melompat ke laut dengan alasan mencari bantuan dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Identitas para korban adalah Philipus Tumbas (57), Nando Sakunab (20), Regi Eko (29), Beny Bana (37), Oni Kase (27) dan Andi (54).

Menurut I Putu Sudayana, korban meninggal dunia atas nama Regi Eko dan Nando Sakunab. Mereka diketahui saat berlayar mengalami patah as kemudi, dan hanya membawa 15 bungkus mi instan.

"Penyebab meninggalnya kami tidak tau, tapi kondisi mereka memang dalam keadaan lemas semua. Empat hari dalam keadaan tidak makan dan minum bagaimana kondisinya," jelasnya, Senin (5/9).

Menurut I Putu Sudayana, satu orang dinyatakan meninggal dunia dalam kapal, dan satu orang lainnya meninggal Senin dini hari tadi, setelah dirawat di puskesmas setempat karena kritis.

"Beberapa hari di tengah laut tanpa arah dan dalam kondisi tidak makan, bisa dibayangkan bagaimana kondisi mereka," tutupnya. [cob]