Enam Orangutan Belajar Hidup di Alam Beba

Liputan6.com, Pangkalan Bun: Enam dari 40 orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) memulai kehidupan baru dilepas ke alam bebas di Hutan Seruyan, Kecamatan Hanau, Kalimatan Tengah. Mereka belajar hidup mandiri setelah menjalani rehabilitasi dari ancaman kepunahan.

Suasana hening Hutan Seruyan, mendadak riuh dengan kehadiran enam orangutan dari Pusat Perawatan dan Karantina Orangutan (OCCQ) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Paiton, Ujang, Gendut, Benson, Bango, dan Samsu sempat resah saat ditempatkan sementara ke dalam tiga kandang besi. Setiap kandang berisi dua ekor orangutan. Benson dan Gendut beberapa kali memukul-mukul pintu kandang, seakan-akan memberi isyarat memprotes proses karantina akhir sebelum dilepas Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Sejumlah pelatih dari Orangutan Foundation International (OFI) pun berusaha menenangkannya, namun sejumlah aparat keamanan dan wartawan yang berada di sekitar kandang diminta sementara waktu meninggalkan area. Situasi pun perlahan mulai tenang meski sesekali terdengar suara gaduh dari kandang.

Dalam sambutannnya, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Ir Mega Haryanto mengatakan pelepasliaran 40 orangutan ini dilakukan secara bertahap dan tentunya yang dianggap memenuhi syarat.

"Orangutan yang secara fisik dan insting terlatih untuk hidup di alam bebas. Sedangkan yang masih kecil, sakit dan cacat fisik tidak mungkin dilepasliarkan segera," ujarnya.

Pendiri OFI, Dr. Birute Mary Galdikas mengatakan pemerintah bisa berbangga hati karena Kalimantan merupakan habitat terbesar orangutan di Menurutnya, keenam orangutan itu telah menjalani karantina selama tujuh hingga tigabelas tahun. Mereka sudah terlatih sehingga dianggap cukup layak untuk dilepasliarkan. Kendati demikian, keenam orangutan itu tetap dipantau sementara selama dua minggu. Bahkan untuk memudahkan identifikasi seluruh hewan tersebut dipasang chip.

Dalam acara yang digagas antara Kementerian Kehutanan, PT Sinar Mas, SMART dan perusahaan induknya Golden Agri-Resources Limited (GAR) dan APP ini dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H Achmad Diran. Selain itu, Bupati Seruyan, Darwan Ali dan Pelaksana Tugas Bupati Kotawaringin Barat Masradin.(ADI)