Enam Parpol Berniat Gabung ke PDIP

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang Pemilu 2014, pergerakan sejumlah partai politik (parpol) mulai terasa geliatnya.

Terkait hal itu, sejumlah parpol mulai melakukan pendekatan dan komunikasi mengenai rencana koalisi.

Sejumlah parpol juga disebut-sebut telah melakukan komunikasi dengan PDI Perjuangan, untuk bergabung dalam Pemilu 2014.

Itu terungkap dari pernyataan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, yang menyebut sejumlah parpol mulai merapat ke partai berlambang banteng.

"Saya belum bisa sampaikan partainya apa, tapi sudah ada enam partai yang berkomunikasi dengan kami," ujar Tjahjo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Namun, lanjut Tjahjo, tidak mudah bagi PDIP untuk memutuskan bergabung dengan sejumlah parpol. Karena, setiap parpol punya syarat-syarat tertentu untuk bergabung dengan PDIP.

Menurut Tjahjo, kebanyakan parpol menginginkan kursi calon legislatif (caleg), di wilayah-wilayah yang menjadi basis mereka. Itu berpotensi menimbulkan konflik, dengan kader PDIP di daerah bersangkutan.

"Kami kesulitan melakukan penggabungan. Mereka mengajukan syarat untuk mengusung calon mereka di beberapa daerah," imbuhnya.

Menurut Tjahjo, PDIP tidak bisa dengan serta merta menerima permintaan sejumlah parpol. Karena, jika tidak dipertimbangkan dengan masak, justru akan menimbulkan masalah di internal partai.

"Akhir Januari ini, akan kami undang semua teman-teman daerah se-Indonesia. Akan kami bahas dengan baik. Jangan partai luar masuk, malah menimbulkan permasalahan internal partai," jelas Tjahjo.

Dari hasil verifikasi administratif dan faktual yang dilakukan KPU, PDI Perjuangan dinyatakan berhak ikut serta dalam gelaran Pemilu 2014. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.