Enam Perusahaan Impor 15 Ribu Sapi Bakalan  

TEMPO.CO, Jakarta - Hingga pertengahan Januari ini, jumlah sapi bakalan impor yang telah masuk sekitar 15 ribu ekor. Sapi diimpor dari Australia dengan bobot hidup maksimal 350 kilogram.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo), Joni Liano, mengatakan, tahun ini kuota impor sapi bakalan yang ditetapkan pemerintah sebanyak 267 ribu ekor. izin impor diberikan untuk satu tahun dengan waktu pemasukan per triwulan.

Dari total 24 perusahaan yang mendapat izin impor sapi bakalan, baru enam perusahaan yang merealisasikan impornya hingga pertengahan Januari ini. Keenam perusahaan itu adalah PT Lembu Jantan Perkasa, PT Sadajiwa Niaga Indonesia, PT Rumpinary Agro Industry, PT Tanjung Unggul Mandiri, dan PT Santosa Agrindo.

"Triwulan pertama ini, sapi bakalan impor yang bakal masuk sekitar 60 ribu ekor," kata Joni Liano kepada Tempo, Senin, 14 Januari 2013.

Menurut dia, volume impor sapi yang diberikan pemerintah sepanjang tahun ini jauh dari kebutuhan. Joni menyebutkan, setidaknya diperlukan hingga 700 ribu ekor sapi bakalan setiap tahun, karena per bulan rata-rata dalam keadaan normal, asosiasi mengeluarkan stok sapinya sebanyak 50 ribu ekor.

Karena pemangkasan kuota impor inilah, ia menambahkan, pengusaha feedlot (penggemukan sapi) memperbanyak penyerapan sapi lokal. Sayangnya, penyerapan sapi lokal terkendala masalah distribusi dan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan sapi bakalan impor.

Saat ini harga sapi bakalan impor dari Australia sebesar US$ 3,05 per kilogram bobot hidup. Sedangkan harga sapi lokal berkisar Rp 33 ribu hingga Rp 35.500 per kilogram bobot hidup.

"Kemudian, sapi lokal itu ada di tangan masyarakat. Tidak setiap peternak mau jual sapinya. Data pemerintah harus jelas sebenarnya berapa persen sapi di masyarakat yang bisa dikeluarkan," ucapnya.

ROSALINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...