Enam Tahun Menanti Momongan, Aku Yakin Tuhan Punya Rencana Terindah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Di bulan Oktober yang istimewa kali ini, FIMELA mengajakmu untuk berbagi semangat untuk perempuan lainnya. Setiap perempuan pasti memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Kamu sebagai perempuan single, ibu, istri, anak, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan siapa pun kamu tetaplah istimewa. Setiap perempuan memiliki pergulatannya sendiri, dan selalu ada inspirasi dan hal paling berkesan dari setiap peran perempuan seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Elevate Women: Berbagi Semangat Sesama Perempuan di Share Your Stories Bulan Oktober ini.

TERKAIT: Karena Sedekah, Keadaan Ekonomi Keluargaku Membaik setelah Terpuruk saat Pandemi

TERKAIT: Berkarier atau Berumah Tangga, Tiap Perempuan Bebas Memilih

TERKAIT: 7 Cara Bangkit setelah Keluar dari Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

***

Oleh: arumkart

Hari itu, aku dan suamiku menikah. Lalu, kami berdoa, "Tuhan, berilah kami keturunan. Anak yang sehat, cerdas, ceria."

Satu tahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun. Waktu berjalan seakan cepat sekali. Namun, doa kami masih saja sama.

Berbagai pertanyaan dari yang menjengkelkan hingga iba, kami terima saja. Mau bagaimana lagi, tangan hanya punya dua tak mampu membungkam ribuan mulut di luar sana, bukan? Yang bisa aku lakukan hanya tersenyum saja, kadang kala menutup telinga untuk pertanyaan yang terlalu menyebalkan.

Kadang aku bertanya, "Apa lagi yang harus kami lakukan, Tuhan? Sudah banyak waktu, air mata, dan dana kami keluarkan. Namun, seakan Engkau diam saja." Seakan Tuhan menjawab, "Hai, percaya saja. Tetap melangkah bersama-Ku ya." Sambil tersenyum hangat, membuatku hanyut ikut tersenyum.

Menyerahkan Semua kepada Sang Pencipta

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/belchonock
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/belchonock

Tahun ini menginjak tahun keenam usia pernikahan kami. Aku belum melihat tanda garis dua di testpack. Namun, rasanya berbeda, karena aku tahu aku sedang melangkah bersamaNya. Aku tahu semua akan baik-baik saja, cepat atau lambat.

Kami melangkah bersama sambil bersenandung, menikmati pemandangan indah di sekeliling, bunga dan daun berguguran. Di bawah langit cerah, kadang berawan bahkan hujan. Tetap melangkah selangkah demi selangkah, sangat ringan, sangat menyenangkan bersama-Nya.

Hai, tidak ada yang kebetulan jika kamu membaca tulisan ini. Aku menulisnya buat kamu. Kamu yang sedang menantikan buah hati, ketahuilah ada aku, ada Tuhan. Kamu tidak sendirian, kamu wanita hebat, wanita kuat.

Semangat ya, tetap lakukan bagianmu, fokus pada apa yang bisa kamu lakukan. Selebihnya serahkanlah kepada Sang Pencipta, percaya saja apapun yang akan terjadi nanti adalah yang terbaik buat aku, buat kamu, buat semua.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel