Enam Tersangka Pengeroyok Ade Armando Diserahkan ke Kejari Jakpus

Merdeka.com - Merdeka.com - Enam tersangka penganiaya dosen Universitas Indonesia sekaligus pegiat media sosial, Ade Armando, segera diadili. Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menyerahkan mereka bersama berkas perkara dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, Rabu (25/5).

"Pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2022 pukul 16.30 WIB, penyidik Polda Metro Jaya telah menyerahkan berkas perkara berikut tersangka dan barang buktinya kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," kata Kepala Kepala Seksi Intelijen Bani Immanuel Ginting dalam keterangan tertulis, Kamis (26/5).

Enam tersangka yang diserahkan atas nama I Komar Bin Rajum, Al Fikri Hidayatullah, Marcos Iswan, Abdul Latip, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja. Mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap Ade Armando sehingga mengakibatkan luka-luka.

Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Penganiayaan itu terjadi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tepatnya saat berlangsung aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Gedung DPR-MPR RI beberapa waktu silam. Atas perbuatannya, keenam tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP subsidair Pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal pidana penjara selama tujuh tahun.

Bani menerangkan, jaksa menahan keenam tersangka selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya terhitung mulai tanggal 25 Mei 2022 sampai dengan tanggal 13 Juni 2022. Saat ini, JPU sedang menyiapkan surat dakwaan guna melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan permintaan untuk diperiksa dan diadili.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan belum dapat dikonfirmasi terkait bekas satu tersangka lain atas nama Arif Ferdini W. Kepolisian sebelumnya menuding Arif melakukan penghasutan terhadap massa aksi sebelum melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel