Enam wisatawan ditahan dengan dugaan merusak situs Machu Piccu

Lima (AFP) - Enam wisatawan, termasuk seorang wanita Prancis, telah ditangkap atas tuduhan bahwa mereka merusak warisan budaya Peru dengan buang air besar di kuil suci Machu Picchu yang ikonik.

"Keenam turis itu ditahan dan diselidiki oleh kementerian publik atas dugaan kejahatan terhadap warisan budaya," kata kepala kepolisian daerah Cusco, Wilbert Leyva, Senin, seperti dikutip oleh kantor berita Andina.

Para wisatawan ditangkap pada Minggu setelah penjaga taman dan polisi menemukan mereka di daerah terlarang di Kuil Matahari, sebuah situs penting di benteng Inca.

Leyva mengatakan pihak berwenang menemukan "patahan" di sepotong batu yang telah "jatuh dari dinding dan menyebabkan retak di lantai."

Otoritas budaya dari Cusco, wilayah di mana Machu Picchu berada, mengatakan kotoran ditemukan di Kuil Matahari.

Kelompok itu terdiri dari satu orang Prancis, dua orang Brazil, dua orang Argentina dan seorang Chile, menurut polisi.

Mereka terancam setidaknya empat tahun penjara jika terbukti bersalah merusak warisan Peru.

Beberapa bagian dari Kuil Matahari yang berbentuk setengah lingkaran terlarang bagi wisatawan karena alasan pelestarian.

Para jemaat di kuil itu akan mempersembahkan kepada matahari, yang dianggap sebagai dewa paling penting di kekaisaran Inca serta peradaban pra-Inca lainnya di wilayah Andean.

Kompleks Machu Picchu - yang mencakup tiga area berbeda untuk pertanian, perumahan dan upacara keagamaan - adalah situs paling ikonik dari kekaisaran Inca yang memerintah sebagian besar Amerika Selatan bagian barat selama 100 tahun sebelum penaklukan Spanyol pada abad ke-16.

Machu Picchu, yang berarti "gunung tua" dalam bahasa Quechua yang berasal dari daerah tersebut, berada di puncak gunung yang subur dan dibangun pada masa pemerintahan kaisar Inca Pachacuti (1438-1471).

Itu terletak sekitar 100 kilometer (60 mil) dari Kota Andes, Cusco, ibukota Inca tua di Peru tenggara.

Situs ini ditemukan kembali pada 1911 oleh penjelajah Amerika Hiram Bingham. UNESCO menyatakannya sebagai Situs Warisan Dunia pada 1983.