Endahing Waldjinah Larasing Keroncong, Konser Andrawinan 25 Tahun Endah Laras

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Darah seni mengalir deras di urat darah Endah Laras. Ayahnya dalang ibunya penari. Sejak kanak-kanak Endah Laras sudah lekat dengan dunia karawitan, tari, dan sinden.

Pada usia 12 tahun, ia sudah menjuarai kompetisi tari dalam Porseni Sekolah Dasar se-Karesidenan Surakarta. Selain menekuni seni tradisi Jawa, pada usia remaja ia mulai menyukai musik keroncong, musik Sunda, Banyuwangi, hingga kontemporer barat, termasuk seriosa.

Wajar jika masa remaja Endah Laras bergelimang prestasi, seperti juara Pop Singer Pelajar se-Jakarta Barat (1993), gelar vokal terbaik Festival Keroncong antar pelajar se-Jabotabek (1994), termasuk konduktor terbaik dalam lomba padua suara se-Jabotabek (1992).

Endah Laras terus konsisten berkesenian, tak hanya terbatas seni tradisi Jawa. Bermodal suara emas dan segudang referensi seninya, ia merambah dunia seni peran.

Tampil dalam aneka acara televisi maupun film sudah sama biasanya dengan melantai di gedung-gedung pertunjukan bergengsi, baik di Indonesia maupun beberapa negara Asia, Eropa hingga Amerika, bahkan tampil khusus di World Economic Forum 2016 di Davos, Swis.

Selain bersama seniman tradisi di sekitar Surakarta, Endah Laras juga terlibat kolaborasi dengan seniman nasional beragam latar belakang seperti Waldjinah, Andjar Any, Slamet Gundono, Dedek Wahyudi, Sardono W Kusumo, Djaduk Ferianto, Garin Nugroho.

Kini, Endah Laras genap menapaki 25 tahun berkarya secara profesional. Memperingatinya, ia menggelar konser tunggal pada 5 November 2021. Mengingat situasi pandemi Covid19 yang belum sirna, konser akan digelar secara hybrid.

Konser bertajuk Endahing Waldjinah, Larasing Keroncong akan digelar di pendopo Loji Gandrung dengan undangan terbatas demi bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sementara, masyarakat luas bisa menikmati melalui kanal YouTube secara langsung melalui kanal YouTube Endah Laras Channel dan di-relay oleh oleh kanal Gibran Rakabuming dan Sanggar Cemara Channel.

Pemilihan tajuk konser sengaja diniatkan sebagai persembahan khusus kepada Waldjinah yang menjadi guru dan panutan seni keroncong Endah Laras. Sekaligus penghormatan atas konsistensi Waldjinah menjaga kelestarian musik keroncong, genre musik yang sangat mempengaruhi jalan hidup berkeseniannya.

Konser yang dipersiapkan khusus selama berbulan-bulan ini akan dikemas secara apik, dengan menggabungkan pendekatan garap tradisi dengan orkestra, dengan aransemen yang digarap khusus oleh Tommy Widodo dari Yogyakarta. Sebagai arranger, Tommy Widodo telah banyak melahirkan karya musik bersama bintang-bintang musik ternama Indonesia.

Sekilas Endah Laras

Endah Laras, pelantun lagu keroncong.  (Dok. Live Webinar KBN 2021)
Endah Laras, pelantun lagu keroncong. (Dok. Live Webinar KBN 2021)

Endah Laras lahir di Surakarta, 3 Agustus 1976. Dari kecil belajar kesenian tradisi jawa baik menari, karawitan, dan sinden dari ayah (dalang) dan ibu (penari).

Ketika mulai beranjak dewasa kira-kira di bangku SMP dan SM, ia A mulai tertarik belajar musik modern (choir & seriosa) dan juga keroncong. Setelah itu berlanjut mempelajari musik tradisi Sunda, Jawa Timur, Banyuwangi dan juga kontemporer.

Berbekal pengalaman dalam berkesenian, Endah berkesempatan kerjasama dengan Dedek Wahyudi, Rahayu Supanggah, Slamet Gundono, Djaduk Ferianto, Gunawan Mohammad, dan Garin Nugroho baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Endah terlibat dalam Opera Jawa karya Garin Nugroho di Perancis dan Amsterdam. Beberapa kali terlibat dalam pembuatan Film diantaranya Soegija, Finding Srimulat, Miracle Jatuh dari Surga, dan Guru Ngaji dan Badut Maksimal.

Ia turut berpartisipasi sebagai musisi dan pesinden dalam Wayang Superstar ki Enthus Susmono di Belanda, Perancis, Belgia dan Korea. Pentas di 50th AAC (Asia Art Culture) bersama Quartet Music String dan Music Director, Yasuhiro Morinaga dari Jepang. Endah Laras juga berkolaborasi dengan koreografer tari dari Jepang, Akiko Kitamura dalam 'To Belong' di Jepang, Singapore, Hongkong dan Indonesia.

Penyanyi juga musisi itu pun rutin memberikan Workshop di Chinese University of Hongkong dan di Sekolah UWCSEA Singapore. Dia juga berkesempatan membacakan 'Serat Jaka Tingkir' untuk mewakili Indonesia sebagai Guest of Honor pada opening Frankfurt Book Fair 2015.

Endah Laras juga berkolaborasi dalam 'Servant of the World' bersama Elizabeth Inandiak, Jennifer Lindsay, Tina Schoot dan Landung Simatupang untuk dipentaskan di Berlin, Jerman, dan Singapore.

Pada Oktober 2016, ia berkesempatan menampilkan beberapa karya dalam World Economic Forum, Davos,Swiss. Juga menciptakan puluhan karya baik tradisi, modern, kontemporer, keroncong, dan aktif menjadi guru vokal, juri dan workshop kegiatan seni.

Saksikan Video Ini

[vidio:bengawan solo-prancheoh language - keron]()

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel