Enea Bastianini bawa persaingan papan atas MotoGP lebih ketat

Pebalap Gresini Racing MotoGP Enea Bastianini sukses meraih kemenangan ketiga di MotoGP setelah menjadi yang tercepat pada balapan Grand Prix (GP) Prancis di di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (15/5) dan hasil tersebut membuat persaingan di klasemen lebih ketat.

Atas kemenangan tersebut, pebalap yang disponsori Federal Oil itu berada diposisi tiga dengan raihan 94 poin atau terpaut delapan poin dengan dengan pemuncak klasemen sementara MotoGP Fabio Quartararo dari tim Monster Yamaha dengan 102 poin.

“Saya senang dengan hasil balapan kali ini, karena mengawali pekan balapan ini sangat membingungkan bahkan sempat terjatuh beberapa kali. Tapi di balapan semua berjalan mulus, melihat semua pembalap sudah begitu dekat dan harus sabar berada di belakang,” kata Bastianini dalam keterangan resminya.

Pebalap yang menggunakan nomor 23 di motor Ducati Desmosedici GP21 ini menambahkan, jika pada balapan di Prancis ini dirinya berusaha tampil maksimal sejak awal dan memanfaatkan kesempatan untuk menyalip.

Baca juga: Bastianini raih kemenangan ketiga musim ini di Grand Prix Prancis

"Begitu ada kesempatan dimanfaatkan untuk menyalip. Akhirnya bisa memenangkan balapan ini, penghargaan buat tim yang telah bekerja keras mempersiapkan motor terbaik.” katanya pebalap asal Italia itu.

Selain mampu menyodok ke papan atas, apa yang raih Enea Bastianini juga membikin bangga Indonesia karena banyak pendukung dari Tanah Air. Selain Federal Oil ada juga Wonderful Indonesia.

"Hasil balapan luar biasa bagi Enea Bastianini yang mampu meraih kemenangan ketiga dan Fabio Di Giannantonio meraih poin perdana di musim perdana MotoGP. Raihan kali ini tentu saja bikin bangga Indonesia," kata Market Development Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) Sri Adinegara dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Sri Adinegara berharap hasil di GP Prancis bisa menjadi modal untuk menghadapi balapan di Sirkuit Mugello Italia akhir bulan ini dan kembali bikin bangga Indonesia.

Sementara itu, rekan satu tim Enea, Fabio Di Giannantonio mengaku bangga dengan sukses meraih poin perdana pada balapan paling bergengsi di dunia setelah finis ke-13 di GP Prancis dan berhak mendapatkan tiga poin.

"Akhirnya, balapan yang sesungguhnya. Kami berjuang dari awal hingga akhir dan sekarang kami memulai bertarung di MotoGP. Sayang sekali untuk masalah kecil di lengan kanan saya, yang membuat tidak memiliki kekuatan penuh di persendian untuk seluruh balapan. Tapi kami melakukannya dengan baik: menyalip banyak pebalap, jadi saya kembali ke Italia dengan suasana hati yang bahagia,” kata pebalap yang akrab dipanggil Diggia itu.


Baca juga: Enea Bastianini bertekad buat kejutan dalam GP Prancis
Baca juga: Bastianini pecahkan rekor di Le Mans saat FP2 Grand Prix Prancis

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel