Enggan Terburu-buru, PKS Tunggu Hasil Real Count

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq enggan mengomentari hasil hitung cepat pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua. Menurut Luthfi terlalu dini bagi PKS untuk mengomentari hasil hitung cepat. "Kami tunggu hasil real count, setelah itu PKS baru bisa komentar," kata Luthfi kepada Tempo, Kamis, 20 September 2012. 

Luthfi menambahkan, partai koalisi saat ini tengah mengumpulkan data perolehan suara dari tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia mengatakan hasil real count akan keluar malam ini. "Mungkin setelah magrib akan ada hasilnya, baru kami bisa komentar," ujarnya.

Pasangan yang didukung PKS Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini gagal dalam putaran pertama. Dalam pemilihan putaran kedua, PKS mengalihkan dukungan bagi pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Dukungan itu dituangkan dalam kontrak politik yang telah diteken pihak Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta dan tim pemenangan Foke-Nara, sebutan pasangan Fauzi-Nachrowi.

Hingga pukul 14.30, hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia yang disiarkan TV One menunjukkan kandidat Joko Widodo-Basuki Purnama Tjahaja unggul. Jokowi-Ahok, sebutan populer kedua pasangan ini, memperoleh suara 53,99 persen. Sedangkan Fauzi-Nachrowi memperoleh suara 46,01 persen. Angka tersebut diperoleh dari pengumpulan 77 persen suara sementara.

Kemenangan sementara Jokowi-Ahok juga muncul di penghitungan cepat yang digelar lembaga survei Indo Barometer. Seperti yang disiarkan Metro TV, Jokowi-Ahok meraup 55,42 persen suara, sedangkan Foke-Nara 44,58 persen. Angka tersebut diperoleh dari 61,33 persen suara sementara se-DKI Jakarta.

ANANDA BADUDU

Berita Terpopuler:

Korban Kebakaran Tak Akan Coblos Calon Lain

Penyebar Selebaran Isu SARA Jadi Tersangka

Tetangga Nara Mantap Pilih Jokowi

New York Times Soroti Pencalonan Joko Widodo

Ini Dialog yang Dimanipulasi dalam Film Anti-Islam

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.