Epic Games Gugat Merek Kacamata AR Nreal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Epic Games melayangkan gugatan terhadap perusahaan pembuatan kacamata Augmented Reality (AR), Nreal, atas tuduhan pelanggaran merek dagang.

Epic Games menilai nama perusahaan itu memiliki pelafalan mirip dengan Unreal Engine miliknya, dan mengatakan itu bukan sesuatu yang kebetulan.

Kendati menghadapi pasar yang sama, Epic Games mengatakan dalam gugatannya itu akan menghadirkan kebingungan.

"Epic memiliki sepuluh registrasi merek dagang 'Unreal' sendiri atau sehubungan dengan istilah lain untuk berbagai macam barang dan layanan termasuk namun tidak terbatas pada perangkat lunak, game, dunia virtual, dan visualisasi 3D, animasi, dan platform,” seperti tertulis dalam gugatan, mengutip Engadget, Kamis (20/5/2021).

Sementara itu, juru bicara Nreal mengatakan, perusahaan telah mengembangkan reputasi sebagai produsen perangkat keras untuk kacamata AR yang telah dijual di Asia dan Eropa.

Kendati demikian, ia menilai gugatan yang dilayangkan Epic Games kurang pantas.

“Kami menghormati hak kekayaan intelektual, tetapi kami percaya gugatan ini kurang pantas dan berencana untuk membela dengan penuh semangat terhadap klaim yang diajukan oleh Epic Games," katanya.

Nreal

Sebagai informasi, Nreal adalah perusahaan yang bermarkas di Beijing, Tiongkok, dan telah merilis kacamata AR Nreal Light di Korea Selatan tahun lalu.

Perusahaan juga berencana merilisnya di Amerika Serikat pada tahun ini, seperti yang dilaporkan The Verge.

Produk AR

Meskipun Epic Games belum memiliki hardware AR-nya sendiri, Epic Games telah menunjukkan minat pada teknologi AR dan VR.

Pada 2017, Epic merilis Robo Recall, game realitas virtual yang dikembangkannya dengan Unreal Engine.

Epic Games dikabarkan sedang mencari celah untuk memaksa Nreal melepaskan merek dagangnya serta ganti rugi yang tidak ditentukan.

Menurut gugatan, perusahaan telah memperebutkan nama julukan untuk ‘Unreal’ selama bertahun-tahun, namun diskusi penyelesaian belum menemukan kesepakatan.

Selain itu, Nreal juga menghadapi masalah hukum lain di AS. Tahun lalu, pengadilan membatalkan klaim Magic Leap soal dugaan pendiri dan CEO Nreal, Chi Xu, menggunakan rahasia ‘curian’ untuk membantu mendirikan perusahaannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel