Epic Games Tutup Server Fortnite di Tiongkok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang di balik gim Fortnite, Epic Games, menutup layanan gim battle royale tersebut di Tiongkok mulai pertengahan November 2021.

Dalam unggahan website Fortnite yang diterjemahkan, terungkap 'pengujian' gim Fortnite di Tiongkok 'telah selesai'.

Mengutip laman The Verge, Selasa (2/11/2021), unggahan tersebut menyebutkan, pemain Fortnite di Tiongkok tidak akan lagi bisa mendaftar/ signup atau mengunduh Fortnite mulai Senin, 15 November 2021.

"Epic Games menutup server Fortnite sepenuhnya dan melatang pengguna login," tulis Fortnite.

Epic Games juga mengucapkan terima kasihnya kepada para pemain yang pernah berpartisipasi dalam permainan Fortnite selama ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ditutup Karena Aturan Ketat Tiongkok?

Fortnite akuisisi perusahaan pembuat software anti-cheat di dalam gim. (Doc: Epic Games)
Fortnite akuisisi perusahaan pembuat software anti-cheat di dalam gim. (Doc: Epic Games)

Sayangnya, Epic tidak memberikan informasi mengenai alasan penutupan server Fortnite di Tiongkok. Namun ada spekulasi, kemungkinan penutupan server Fortnite terkait dengan pembatasan gim baru untuk anak-anak di Tiongkok.

Pasalnya aturan baru menyebutkan, mulai Agustus lalu, anak-anak di bawah 18 tahun hanya boleh bermain video gim selama tiga jam per minggu.

Media yang didukung pemerintah Tiongkok juga menyebut, gim online merupakan 'candu spiritual'. Hal ini seolah menyoroti skeptisme Tiongkok terhadap gim.

Persoalan larangan beroperasinya platform tertentu di internet atau pun memperketat gim bukanlah hal baru di Tiongkok. Negara ini melarang anak-anak main gim mulai pukul 10 malam hingga 8 pagi pada 2019. Selain itu Tiongkok juga membatasi screentime anak-anak hingga 90 menit saja, pada hari kerja.

Larangan Anak Main Gim Terlalu Lama

Balenciaga x Fortnite/dok. Balenciaga
Balenciaga x Fortnite/dok. Balenciaga

Raksasa teknologi asal Tiongkok, Tencent, bahkan meluncurkan sistem pengenalan wajah yang bisa mengidentifikasi anak-anak yang main gim melewati jam malam.

Aturan baru yang menentukan anak hanya boleh main maksimal tiga jam, membuat aturan di negara ini kian ketat.

Sekadar informasi, pada 2018, Epic Games bermitra dengan Tencent untuk merilis Fortnite di Tiongkok. Namun saat itu Fortnite harus menjalani modifikasi besar-besaran sebelum tersedia secara luas di negara tersebut.

Laman wiki Fortnite Tiongkok mengungkap, betapa berbedanya gim ini dibandingkan yang diketahui pemain AS. Misalnya, hukum Tiongkok melarang penggambaran tengkorak hingga mengubah tampilan sejumlah aksesoris yang berhubungan dengan tengkorak.

Selain itu, Wiki juga mencatat, para pemain Fortnite diberi notifikasi untuk belajar jika mereka main lebih dari 90 menit pada hari kerja.

(Tin/Ysl)

Infografis Tentang Game

Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel