Epidemiolog: Selama Gejala Ringan, Pasien Omicron Tak Perlu Dirawat di Rumah Sakit

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ahli Epidemiologi Pandu Riono menilai pasien Covid-19 varian Omicron tak perlu dirawat di rumah sakit selama hanya mengalami gejala ringan. Menurut Pandu, apa pun variannya, selama pasien Covid-19 tak mengalami gejala serius maka mereka masih bisa dirawat di rumah.

"Perlu diingatkan bahwa orang2 yg terdeteksi Covid-19, apapun variannya, dan tidak bergejala atau gejala ringan TIDAK PERLU masuk Rumah Sakit!" tulis Pandu melalui akun Instagram, Senin (10/1/2022).

Menurut Pandu, kalaupun pasien positif Omicron harus dikarantina itu semata demi tak menularkan kepada yang lain.

"Kalau dikarantina hanya agar tidak menularkan pd yg lain, durasi nya sesuai masa penularan. Masuk RS bila membutuhkan perawatan medis," tekannya.

Jumlah kasus Omicron di Indonesia mencapai 414 orang (data per 8 Januari 2022), jumlah pasien rawat inap di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta ikut bertambah. Dari 2.736 orang (9/1) menjadi 3.213 (10/1).

Pasien Wisma Atlet

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian melaporkan, total pasien di Wisma Atlet Pademangan (Tower 8, 9 dan 10) yang sebagian besar menjadi tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 636.128 orang. Data ini dihimpun per 10 Januari 2022 pukul 08.00 WIB.

"Yang karantina 154.328 orang terdiri dari pasien rawat inap 3.213 orang (1.459 pria, 1.754 wanita). Semula 2.736 orang, lalu bertambah 477 orang," kata Aris

Adapun pelaku perjalanan maupun repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah kembali/pulang dari Wisma Atlet Pademangan berjumlah 481.800 orang. PMI dengan status positif COVID-19 sebanyak 573.911 orang.

PMI yang melakukan swab 573.911 orang. Rinciannya, 550.779 orang dari Wisma Pademangan dan 23.132 orang dari hotel karantina, serta rapid test 303 orang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel