Epidemiolog: Semua Vaksin Covid-19 di Indonesia Memenuhi Syarat Efikasi, Risiko Efek Samping Kecil

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Iwan Ariawan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksin Covid-19 di Indonesia. Sebab, semua vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah memenuhi syarat efikasi, risiko efek sampingnya pun kecil.

"Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah melalui kajian pakar dan BPOM, semua memenuhi syarat efikasi >50% dan risiko efek samping kecil," ujar Iwan kepada wartawan, Selasa (6/10/2021).

Iwan menegaskan sejauh ini tidak ada vaksin Covid-19 yang efikasi dan efektifitasnya 100 persen.

Dia mengatakan, efektifitas vaksin bisa berkurang setelah waktu tertentu. Dia berpendapat, masih diperlukan dukungan dari banyak penelitian untuk menentukan apakah dibutuhkan vaksin booster dan kapan untuk vaksinasinya.

"Memang sudah ada beberapa penelitian yang menyebutkan titer antibodi berkurang setelah 6 bulan, tetapi titer antibodi berkurang tidak otomatis berarti sudah tidak efektif lagi. Titer antibodi mengukur antibodi humoral, sedangkan di dalam tubuh ada antibodi seluer juga yang berperan," katanya.

Vaksin Booster untuk Masyarakat masih Dikaji

Dua warga negara asing (WNA) menjalani pemeriksaan tekanan darah sebelum menerima vaksin virus corona COVID-19 AstraZeneca di klinik vaksinasi massal darurat di Denpasar, Bali, Selasa (6/7/2021). Indonesia tengah memerangi gelombang infeksi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (SONNY TUMBELAKA
Dua warga negara asing (WNA) menjalani pemeriksaan tekanan darah sebelum menerima vaksin virus corona COVID-19 AstraZeneca di klinik vaksinasi massal darurat di Denpasar, Bali, Selasa (6/7/2021). Indonesia tengah memerangi gelombang infeksi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (SONNY TUMBELAKA

Iwan mengungkapkan ada beberapa penelitian yang menunjukkan efektifitas vaksin Covid-19 berkurang, tetapi masih sedikit dan buktinya belum meyakinkan.

"Saat ini, yang penting adalah segera dapat vaksinasi Covid-19, tidak usah pilih-pilih vaksinnya," imbuhnya.

Menurut dia, tempat publikasi hasil studi-studi mengenai efikasi vaksin Covid-19 yang beredar belakangan ini perlu diketahui.

"Paling baik publikasi di peer review journal, jadi hasil studi tersebut sudah di-review oleh banyak ahli. Dalam membaca hasil studi, kita harus memahami desain penelitiannya, cara pengambilan sampel dan bisa yang mungkin terjadi," tuturnya.

Dia melanjutkan, Kementerian Kesehatan dan para pakar saat ini sedang mengkaji perlu tidaknya vaksin booster.

"Kepada siapa booster diberikan dan kapan diberikan, jika memang diperlukan booster. Keputusan pemerintah terkait vaksin booster untuk masyarakat umum akan menunggu hasil kajian ini," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel