Epidemiolog: Tingkatkan pengurutan genom untuk deteksi subvarian XBB

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengingatkan perlunya meningkatkan pengurutan genom menyeluruh (whole genome sequencing/WGS) untuk mendeteksi subvarian XBB dalam rangka mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Pemeriksaan WGS penting dilakukan untuk melihat persebaran atau perluasan penyakit dan memperkirakan kondisi wilayah," kata Masdalina Pane dihubungi di Jakarta, Kamis.

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menjelaskan pemeriksaan WGS secara intensif perlu segera dilakukan sebelum persebaran kasusnya meluas.

"Jika sirkulasi XBB sudah tinggi dan persebaran sudah meluas maka WGS dikhawatirkan sudah tidak terlalu efektif lagi dilakukan," katanya.

Baca juga: Kemenko PMK: Tingkatkan cakupan booster jelang Natal dan tahun baru

Baca juga: Dokter Paru: Tingkatkan imunitas dengan perilaku hidup sehat

Sementara itu dia juga mengatakan bahwa pengendalian COVID-19 subvarian XBB sama saja dengan pengendalian COVID-19 varian apapun.

"Penanganan dilakukan melalui isolasi dan karantina walaupun saat ini sudah tidak seketat pada awal pandemi COVID-19. Perlu diingat bahwa yang terpenting jika gejala ringan istirahat di rumah, pantau kondisi secara berkala, cek saturasi dan perburukan, jangan sampai sudah parah baru ke RS," katanya.

Bagi mereka yang melakukan kontak erat dengan seseorang yang terkonfirmasi COVID-19, kata dia, perlu menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menggunakan masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak.

"Testing untuk suspek dan probable harus ditingkatkan, dilanjutkan pelacakan kontak erat sampai proses isolasi dan karantina selesai," katanya.

Masdalina Pane juga mengingatkan pentingnya menjaga kapasitas rumah sakit dan terus melakukan pendataan secara berkala.

"Melalui data dapat terlihat jika kapasitas lonjakan akan terjadi, maka penambahan berbagai infrastruktur dan logistik tentu dibutuhkan. Target utama semua intervensi tersebut adalah menurunkan angka kematian serendah mungkin sampai nol kasus kematian," katanya.

Pane juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap memperkuat protokol kesehatan guna mencegah risiko penularan COVID-19 varian XBB.

Dia menjelaskan bahwa varian XBB atau BA.2.10 mengingatkan perlunya disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.*

Baca juga: Kemenkes: 24 negara sudah laporkan kasus COVID-19 dengan varian XBB

Baca juga: Epidemiolog: Sadari tingkat risiko infeksi COVID-19 pada diri sendiri