Epidemiolog UGM Peringatkan Pentingnya Prokes Ketat di Sekolah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama mengatakan pembelajaran tatap muka secara terbatas yang dimulai Senin (30/8/2021) di wilayah PPKM level 1-3 harus menerapkan protokol kesehatan atau prokes yang ketat.

Sebab, upaya testing, tracing, dan treatment (3T) di seluruh wilayah tanah air belum berjalan dengan baik meski sudah ada peningkatan dibanding sebelum PPKM.

"Semua level PPKM kalau pembelajaran tatap muka harus disiplin dengan protokol dan melaksanakan uji coba dulu kemudian dievaluasi oleh semua pihak termasuk pihak kesehatan,"tuturnya.

Menurut Bayu sistem tanggap dan pengawasan Covid-19 di sekolah harus berjalan dengan baik dan dapat cepat mendeteksi siswa yang diduga terkena Covid-19. Selain itu juga ditunjang dengan pengawasan terkait kedisiplinan 5M dari semua warga sekolah termasuk staf nonguru dan orangtua.

"Kemudian ditunjang dengan memastikan sebagian besar warga sekolah yang terlibat pembelajaran tatap muka sudah divaksin," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sudah Divaksin?

Siswa yang menjalani pembelajaran tatap muka diharapkan sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Selain itu, siswa juga harus mematuhi atau disiplin menjalankan 5M baik saat di sekolah maupun di luar sekolah.

"Tidak boleh ada siswa yang hanya disiplin di dalam sekolah tapi diluar sekolah kendor 5M-nya karena siswa seperti itu berisiko tinggi menjadi sumber penularan. Harapannya semua warga sekolah," terangnya.

Demikian halnya untuk warga sekolah lainnya juga diharapkan dapat disiplin protokol kesehatan disekolah dan luar sekolah. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel