Epidemiolog UI Sangsikan Data 4.123 Pemudik Positif Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono meragukan data pemerintah yang menyebut 61,15 persen pemudik di Indonesia positif terinfeksi Covid-19.

"Datanya tidak bisa dipercaya," kata Pandu saat dihubungi merdeka.com, Rabu (12/5/2021).

Menurut Pandu, sumber data 61,15 persen pemudik positif Covid-19 tidak jelas. Sebab, pemerintah tidak mengungkapkan metode yang digunakan untuk memeriksa pemudik.

Selain itu, pemerintah tidak menjelaskan pemudik yang positif terjangkit Covid-19 menggunakan moda transportasi apa.

"Pemeriksaannya tidak diberi tahu pakai apa, terus orangnya seperti apa. Kan pemudik ada yang pakai motor, pakai mobil, pakai bus, tujuannya di mana. Jadi angka itu ya angka tidak bisa dipercaya," ujarnya.

Diungkap Menko Perekonomian

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan sebanyak 4.123 dari 6.742 atau setara 61,15 persen pemudik positif Covid-19. Ribuan pemudik yang positif Covid-19 diketahui berdasarkan hasil tes acak di 381 titik penyekatan.

"Secara umum pengetatan yang dilakukan oleh Polri di 381 lokasi dan operasi ketupat kemarin jumlah pemudik yang dirandom testing 6.742 orang, konfirmasi positifnya 4.123 orang," jelasnya dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (10/5).

Dari total pemudik positif Covid-19, 1.686 di antaranya tengah menjalani isolasi mandiri dan 75 dirawat.

Selain melakukan tes acak terhadap pemudik, pemerintah juga melakukan pemeriksaan kepada 113.694 kendaraan. Adapun sebanyak 41.097 di antaranya dipaksa putar balik.

"Untuk operasi kendaraan atau operasi ketupat jumlah yang diperiksa 113.694 kendaraan, yang diputar balik 41.097. Dan pelanggaran travel gelap 346 kendaraan," papar Airlangga.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: