Epidemiolog: Undangan WHO ke Menkes Terawan Jadi Ajang Tukar Pengalaman Tangani COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengundang Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam konferensi pers Intra-Action Review (IAR) pada hari ini, 6 November 2020 pukul 11 CET atau 17.00 WIB.

Selain Terawan dari Indonesia, ada juga Menteri Kesehatan dari Uzbekistan, Thailand, dan Afrika Selatan dalam diskusi Intra-Action Review sore nanti.

"Menteri Kesehatan dari Indonesia, Afrika Selatan, Thailand, dan Uzbekistan akan bergabung dengan WHO Director-General Dr Tedros untuk berbagi pengalaman dalam melakukan tinjauan aksi kesiapan dan respons COVID-19 di negara mereka," demikian bunyi agenda undangan tertanggal 5 November 2020 dari WHO.

Menurut laman Kementerian Kesehatan RI, tujuan dari konferensi persi IAR nanti sore sebagai bentuk koreksi dan peningkatan terhadap penanganan COVID-19 secara nasional maupun subnasional melalui pelaksanaan tinjauan intra-tindakan untuk peningkatan respon pandemi COVID-19.

Selain itu, juga untuk membagi pengalaman dan pelajaran yang didapat dari negara-negara yang berasil menyelamatkan masyarkat dan mengurangi penyebaran COVID-19.

Menurut epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, undangan WHO kali ini merupakan ajang bagi Indonesia lewat Menkes Terawan untuk mempresentasikan hal apa saja yang sudah dilakukan suatu negara dalam menangani pandemi.

"Jadi untuk lebih ke mempresentasikan apa yang sudah dilakuakan di negara masing-masing, jadi untuk saling tukar pengalaman. Negara yang diundang saling bertukar informasi, Indonesia menceritakan sisi keberhasilannya, lalu negara lain bisa bertanya," kata Tri dihubungi lewat sambungan telepon pada Jumat, 6 November 2020.

Ajang seperti yang akan dihadiri Indonesia nanti sore bukanlah hal baru di WHO. Dalam menghadapi masalah penyakit, terlebih pandemi seperti sekarang, berbagi pengalaman itu penting seperti disampaikan Tri.

"Nanti bisa saling mencontoh, apa yang bisa berhasil di negara lain silakan saja bisa dicontoh," katanya.

Ajang seperti yang akan dihadiri Indonesia nanti sore bukanlah hal baru di WHO. Dalam menghadapi masalah penyakit, terlebih pandemi seperti sekarang, berbagi pengalaman itu penting seperti disampaikan Tri.

"Nanti bisa saling mencontoh, apa yang bisa berhasil di negara lain silakan saja bisa dicontoh," katanya.

Kesempatan Baik Bagi Indonesia

Seperti mengutip laman Sehat Negeriku Kemenkes, WHO menilai penanganan COVID-19 di Indonesia telah sesuai dengan guideline yang telah ditetapkan. Ini merujuk pada IAR yang telah dilakukan pada 31 Juli yang lalu, yang mana sejalan dengan rekomendasi dari pertemuan keempat Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (2005) pada Bulan Juli.

WHO mendukung Kementerian Kesehatan untuk melakukan Intra-Action Review (IAR) guna merespons COVID-19 di Indonesia pada tanggal 11-14 Agustus 2020. IAR melibatkan total 168 peserta, fasilitator, penulis laporan dan notulen yang berasal dari pemangku kepentingan multisektor.

Sehubungan dengan hal inilah WHO menerbitkan pedoman dan alat WHO untuk melakukan Country Covid-19 Intra-Action Review (IAR) pada 23 Juli 2020, dengan semangat pembelajaran dan peningkatan berkelanjutan.

Atas apresiasi yang diberikan, Kementerian Kesehatan melalui Sekjen Oscar Primadi mengungkapkan apresiasi yang diberikan WHO ini tidak terlepas dari keberhasilan Indonesia di dunia kesehatan, dengan strategi respons dan praktik baik dalam penanganan COVID-19 adalah wujud kerja bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Tentunya ini merupakan kesempatan baik, Indonesia sudah dipandang berhasil dalam mengendalikan pandemi COVID-19 ini dan WHO secara khusus mengundang bapak Menteri Kesehatan, bersama dirjen WHO Tedros untuk sharing dan memberikan informasi bagaimana Indonesia mampu mengendalikan pandemi ini dengan baik,” kata Oscar.

Simak Juga Video Berikut