Epidemiolog Unhas: Lahirkan mitigasi bencana kesehatan di G20

Pakar kesehatan masyarakat yang juga epidemiolog dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Ridwan Amiruddin mengharapkan pertemuan Presidensial G20 bisa melahirkan mitigasi bencana kesehatan untuk menuntaskan pandemi COVID-19.

"Harapannya G20 menyusun upaya bersama mitigasi bencana termasuk pandemi di masa yang akan datang sehingga tersedia platform bersama untuk menuntaskan pandemi ," katanya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Ia mengatakan mitigasi bencana yang disiapkan bukan hanya untuk pandemi COVID-19 namun berbagai virus dan penyakit yang dimungkinkan muncul ke depan.

Jika hal ini telah dilakukan, katanya, maka selanjutnya pemerintah provinsi bisa menerjemahkan kebijakan nasional di daerah sesuai konteks budaya lokal.

"Apalagi penyakit baru akan terus bermunculan, sesuai hukum keseimbangan ekologis," ujarnya.

Berhubungan dengan Hari Kebangkitan Nasional dalam sektor kesehatan, ia menyebut bahwa momentum ini mestinya digunakan untuk memastikan pandemi ini berjalan lepas, sesuai dengan skenario pemerintah.

"Artinya kita tidak harapkan tidak ada lagi gelombang ke 4 dari COVID 19. Tentu ada syaratnya, pertama kita harus bersatu padu, gotong royong menyukseskan vaksinasi booster," katanya.

Menurut dia pemerintah pusat sedikit keliru terhadap kebijakan buka masker. Mestinya yang dibuat adalah kebijakan PPKM level 2 menjadi turun ke level 1.

"Pemerintah langsung lompat pada kebijakan pelonggaran masker. Mestinya yg dibuat kebijakan PPKM level 2 turun ke level 1. Artinya indikator di pandemi itu yang diperkuat, misal pelayanan kesehatan dan vaksin," katanya.

Selain itu, meskipun pemerintah telah melonggarkan masker, tetapi masyarakat diminta agar harus tetap melihat kondisi pada wilayah popolasi yang padat, tentunya menjaga penggunaan masker.

Pada prinsipnya, momentum Hari Kebangkitan Nasional harus digunakan untuk gotong royong menyelesaikan pandemi COVID-19, tidak menyebabkan terjadinya gelombang ke 4 dan mencegah penularan penyakit baru seperti hepatitis akut dan lain-lain, demikian Ridwan Amiruddin.

Baca juga: Indonesia usung tiga isu prioritas kesehatan di G20

Baca juga: Presidensi G20 RI komitmen perbaiki kesenjangan pembiayaan kesehatan

Baca juga: Kemenkes: G20 identifikasi lima rekomendasi pendanaan kesehatan

Baca juga: AIPI: G20 dorong riset dan inovasi untuk penguatan kesehatan global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel