Epidemiolog: Vaksin COVID-19 cegah gejala berat pada kelompok rentan

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengingatkan pentingnya vaksinasi COVID-19 guna mencegah gejala berat pada kelompok rentan.

"Kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid dan imunokompromais harus terlindungi vaksinasi terutama di tengah kemunculan subvarian baru XBB," kata dia dihubungi di Jakarta, Rabu.

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, menjelaskan vaksinasi COVID-19 memberikan proteksi optimal bagi individu yang divaksin serta mencegah gejala berat dan menurunkan tingkat hospitalisasi.

Dia juga mengatakan kemunculan subvarian XBB perlu menjadi perhatian bersama menyusul peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia.

"Masyarakat tidak perlu panik karena subvarian XBB ini tidak virulen, namun perlu tetap waspada karena bagi kelompok rentan tetap menimbulkan gejala berat," katanya.

Baca juga: Kemenkes ajak warga vaksinasi penguat seiring kenaikan kasus COVID-19

Karena itu, kata dia, masyarakat perlu melindungi dan menjaga kelompok rentan dari risiko penularan COVID-19 serta memastikan kelompok rentan telah terlindungi vaksinasi.

"Mari jaga para lansia, penderita komorbid dan imunokompromais serta anak-anak yang belum divaksin agar tidak terinfeksi," katanya.

Masdalina Pane menambahkan masyarakat juga perlu tetap patuh pada protokol kesehatan, tetap menggunakan masker terutama di tempat ramai, tetap menjaga jarak dan sering mencuci tangan.

"Masyarakat juga perlu melengkapi diri dengan vaksinasi mulai dari dosis pertama hingga dosis penguat," katanya.

Baca juga: Sebanyak 65,49 juta penduduk RI mendapatkan vaksinasi dosis penguat

Selain itu yang juga tidak kalah penting, kata dia, masyarakat yang merasakan gejala yang mengarah ke COVID-19 perlu segera mendatangi puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan atau tes.

"Segera ke puskesmas untuk dilakukan tes, karena jika diketahui lebih dini dengan gejala ringan kemungkinan untuk sembuh sangat besar dengan obat yang telah disiapkan pemerintah," katanya.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto menekankan pentingnya kapasitas pemeriksaan, pelacakan dan penanganan COVID-19 dalam rangka mengantisipasi meluasnya subvarian XBB.

"Tingkatkan jumlah tes khususnya bagi mereka yang kontak erat dan bagi yang punya komorbid," katanya.

Ia menjelaskan peningkatan kapasitas pemeriksaan, pelacakan dan penanganan COVID-19 merupakan kunci utama untuk menekan penyebaran COVID-19 termasuk subvarian XBB.

Baca juga: Menkes: Permintaan vaksinasi COVID-19 dosis penguat meningkat
Baca juga: Warga Jateng diminta vaksinasi booster cegah varian baru COVID-19
Baca juga: IDI minta masyarakat segera vaksin ketiga di tengah peningkatan kasus