Epidemiolog Yakin Indonesia Mampu Lakukan Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 3 Juta per Hari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Epidemiolog dari Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Ede Surya Darmawan menyebut bahwa Indonesia berpotensi dapat melakukan vaksinasi Covid-19 sampai 3 juta orang per hari.

Dia menerangkan hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan pos vaksinasi di desa-desa.

"Kalau pakai logika nih, Indonesia punya 75 ribu desa dan kelurahan. Seharusnya kalau di rata-rata setiap desa itu punya empat pos vaksinasi apa yang terjadi? Kita langsung punya 300 ribu kan? Kalau punya 300 ribu, setiap pos vaksinasi rata-rata 10 (orang) apa yang terjadi? Sehari 3 juta langsung," jelas Ede kepada Liputan6.com, Rabu (14/7/2021).

Pekerjaan rumah bagi pemerintah adalah mewujudkan itu agar dapat terealisasikan melakukan vaksinasi Covid-19 secara masif. Menurut Ede hal itu bisa dilakukan dengan sinergi bersama berbagai pihak.

"Itukan tantangannya, kita punya 10.200 puskesmas, punya 13 ribu klinik, punya 2.800 rumah sakit, gimana ini semua dijalankan, sehingga pos vaksinasi itu gampang diakses. Gak seperti sekarang," ujar dia.

Ede menilai saat ini sejumlah pusat vaksinasi justru kontra produktif dengan usaha pemerintah untuk mencegah penularan. Bagaimana tidak, menurutnya sebagian besar pusat vaksinasi justru menimbulkan kerumunan yang dapat menjadi arena penularan Covid-19.

"Karena jarak satu meter di ruangan yang pakai tenda itu saya (melihatnya) mengerikan. Kenapa? Virus Delta tolong diingat (amat mudah menular). Jadi seharusnya sekarang program apa pun menerapkan protokol kesehatan dengan benar," kata dia.

Tetap Jaga Jarak

Ede menyarankan paling tidak jarak antar tempat duduk calon orang yang mau divaksin bisa 2 meter. Satu pos vaksinasi, menurut Ede tak perlu banyak-banyak. Jika memang kemampuannya sedikit ia meminta tak perlu dipaksakan untuk berdesak-desakan.

"Kalau satu pos itu dengan dua meter kemampuannya 200 orang ya 200. Pindahin posnya ke tempat lain supaya tidak menjadi penumpukan. Kemarin saya lihat di Depok ya Allah di dalam numpuk di luar orang pada berdiri," katanya.

Dengan kondisi seperti itu, ditambah adanya varian Delta yang amat infeksius, maka menurut Ede pos vaksinasi seperti itu begitu berisiko.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel