Equestrian Champions League 2020 Berakhir dengan Sukses

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Equinara Horse Sports dan Adria Pratama Mulya (APM) telah melakukan kolaborasi dengan menggelar liga berkuda equestrian pertama di Indonesia. Kompetisi yang dinamakan Equestrian Champions League (ECL) 2020 berakhir dengan sukses.

Diawali peluncuran pada 14 Desember 2019 di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP). Sebanyak enam seri digelar dan diikuti sejumlah atlet berkuda di sepanjang tahun ini.

Gelaran ECL 2020 pun sempat mendapatkan tantangan karena harus bergulir di saat pandemi COVID-19. Namun, Founder Equestarian Champions League, Triwaty Marciano, mengaku mampu mengatasi tantangan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat saat perlombaan.

"Panitia membatasi jumlah peserta yang berada di lokasi. Mereka yang diizinkan berada di lokasi antara lain atlet, pelatih, groom, ofisial, tenaga medis, dan pemilik kuda. Penonton yang tidak boleh hadir, dapat menyaksikan melalui KONI TV," ujar Triwaty, Sabtu 28 November 2020.

Tak hanya itu, peserta yang hadir pun wajib lolos akreditasi dan tes swab. Di mana peralatannya didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lebih lanjut, Triwaty mengatakan ECL 2020 telah mendorong peningkatan kualitas pembinaan atlet berkuda equestrian. Format liga dengan sistem pertandingan yang berkesinambungan menuntut atlet lebih banyak bertanding.

"Dengan format liga, atlet dituntut bertanding lebih banyak dan juga menjaga konsistensi performanya. ECL dibangun dengan konsep yang menggabungkan antara olahraga equestrian yang kompetitif, pengetahuan tak hanya luas namun dalam tentang berkuda dan juga sarana hiburan yang dapat dinikmati segala usia," katanya.

Ia pun berharap ECL akan digelar secara berkala setiap tahunnya. Telebih, ECL bisa menjadi gerbang pembinaan olahraga berkuda equestrian di Indonesia.

"Rangkaian ECL pertama tahun 2020 diharapkan menjadi awal yang baik bagi pembinaan olahraga berkuda equestrian di Indonesia. Pertandingan merupakan kebutuhan atlet dari tingkat klub yang merupakan garda terdepan pembinaan olahraga," ucapnya.