Era Baru Barcelona Tanpa Lionel Messi di Liga Champion: Ngenes, Langsung Dipermak Bayern Munchen!

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Barcelona mengawali persaingan Liga Champions 2021/2022 dengan hasil mengecewakan. Blaugrana dibantai Bayern Munchen 3-0 pada laga pembuka penyisihan Grup F di Camp Nou, Rabu (15/9/2021) dini hari WIB. Era baru Barca tanpa Lionel Messi terasa mengenaskan.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri Barcelona terlihat tak berdaya. Gol-gol kemenangan Bayern Munchen dicetak Thomas Mueller (menit 34), Robert Lewandowski (56' dan 85').

Yang lebih mengenaskan Barcelona yang selama ini dikenal sebagai tim yang dominan menguasai pertandingan, secara statistik kalah dibanding Bavarian. Menurut catatan statistik Live Score, Barcelona sepanjang laga tak satupun melayangkan tembakan tepat sasaran. Sementara, Bayern melakukannya delapan kali.

Kubu tuan rumah juga unggul tipis penguasaan bola 51 berbanding 49 persen.

Barcelona bermain dengan skema 3-5-2, dengan menempatkan duet penyerang Belanda, Memphis Depay-Luuk de Jong.

Keduanya kesulitan menembus rapatnya pertahanan Bayern Munchen yang dikomadoi Dayot Upamecano.

Pasukan Ronald Koeman benar-benar dibuat mati kutu dengan permainan menyerang efektif Julian Nagelsmann.

Kelihatan benar bahwa tanpa Lionel Messi, daya greget serangan Barcelona berkurang draktis. Duo Belanda yang jadi poros serangan benar-benar tak berkutik.

Kekalahan telak ini kian menegaskan bahwa Barcelona tak lagi bisa dibilang sebagai tim elite. Keputusan mereka melepas banyak pemain penting karena krisis keuangan membuat kekuatan mereka berkurang draktis.

Pemain-pemain pengganti yang didatangkan (mayoritas gratis) terlihat belum bisa menutup lubang besar rapuhnya skuat Barcelona.

Menyalahkan Ronald Koeman tidaklah tepat. Ia masuk pada saat Barcelona dalam kondisi sakit.

Kekalahan Telak Beruntun dalam 2 Tahun Terakhir

Pemain Bayern Munchen Philippe Coutinho (tengah) mencetak gol ke gawang Barcelona pada pertandingan perempat final Liga Champions antara di Stadion Luz, Lisbon, Portugal, Jumat (14/8/2020). Bayern Munchen membantai Barcelona dengan skor 8-2. (AP Photo/Manu Fernandez/Pool)
Pemain Bayern Munchen Philippe Coutinho (tengah) mencetak gol ke gawang Barcelona pada pertandingan perempat final Liga Champions antara di Stadion Luz, Lisbon, Portugal, Jumat (14/8/2020). Bayern Munchen membantai Barcelona dengan skor 8-2. (AP Photo/Manu Fernandez/Pool)

Tanda-tanda keruntuhan Barcelona sudah terlihat dua musim silam. Dengan adanya Messi, mereka juga dibantai Bayern Munchen di fase perempat final dengan skor 8-2.

Keputusan salah dalam melakukan transfer mahal yang ujungnya tak membawa dampak ke tim dalam beberapa musim terakhir membuat Barcelona kehilangan magi sebagai tim elite di Spanyol dan juga Eropa.

Selain terpaksa melepas Lionel Messi, Barca terpaksa melepas penyerang top lainnya Antoine Griezmann ke Atletico Madrid untuk mengurangi beban gaji. Melihat situasi seperti ini, Barcelona mungkin amat berharap striker anyar mereka, Sergio Aguero pulih dari cedera.

Walau kehadiran penyerang asal Argentina itu juga tak lantas otomatis menyelesaikan masalah. Apa yang terjadi di Barcelona sudah amat kronis.

Eks bos Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge menyoroti perpisahan Lionel Messi dengan Barcelona. Kepergian Messi seperti gol bunuh diri untuk Barca dan La Liga.

Pemain terbaik dunia enam kali tersebut akhirnya meninggalkan Barcelona setelah lebih dari 20 tahun. Di tengah krisis finansial Barca, Messi batal meneken kontrak baru meski sudah menjalin kesepakatan bahkan bersedia gajinya dipotong separuh.

Kondisi keuangan Barcelona yang begitu parah membuat mereka tidak dapat memenuhi aturan salary cap La Liga. La Pulga pun harus pergi.

"Dalam jangka waktu tiga tahun, La Liga kehilangan dua ikonnya. Cristiano pergi ke Juventus, dan sekarang, Messi ke PSG. Keduanya meninggalkan sebuah gap, dalam kaitannya dengan pemasaran yang tidak dapat ditutupi," kata Rummenigge dikutip Mirror.

"Semua orang bebas mengatakan apa yang ingin mereka katakan, tapi saya menganggapnya bahwa hal itu seperti sebuah gol bunuh diri karena Barca telah dipaksa melepas Messi karena konsekuensi financial fair play."

"Saat Anda menumpuk banyak sekali pengeluaran maka wajar jika laporan keuangannya tidak sesuai dengan anggaran, terutama setelah pandemi virus corona berdampak kepada semua orang. Jalan yang sedang mereka hadapi sekarang berat, tapi juga tepat dan penting."

"Mengurangi pengeluaran tampak sangat penting dengan utang melebihi 1,3 miliar euro. Tidak ada alternatif lain. Dan teman baik saya Joan Laporta juga mengetahui hal itu. Ia sadar betul kerugian buat timnya tanpa Messi," ucap Rummenigge.

Koeman Bakal Didepak?

Presiden Barcelona, Joan Laporta, melakukan selebrasi bersama Ronald Koeman usai menjuarai Copa del Rey di Stadion Olimpico de Sevilla, Minggu (18/4/2021). Barcelona menang 4-0 atas Athletic Bilbao. (AFP/Cristina Quicler)
Presiden Barcelona, Joan Laporta, melakukan selebrasi bersama Ronald Koeman usai menjuarai Copa del Rey di Stadion Olimpico de Sevilla, Minggu (18/4/2021). Barcelona menang 4-0 atas Athletic Bilbao. (AFP/Cristina Quicler)

Riak-riak konflik pun terlihat jelang laga melawan Bayern. Presiden klub Joan Laporta mengkritik Ronald Koeman yang membuat pelatih tak nyaman.

“Hubungan saya dengan Laporta sudah membaik. Namun, pekan lalu terjadi sesuatu dan saya pikir hal tersebut tidak benar. Dia menganggap pelatih tak punya kekuatan. Dia terlalu banyak bicara dan tak bijak,” kata Koeman dikutip Marca, Selasa (14/9/2021).

“Hal seperti itu bisa dibicarakan secara privat. Saya suka dengan presiden klub yang merangkul dan bertanya-tanya. Hanya saja, hal itu tak seharusnya dilakukan di depan media,” ujarnya.

Namun, untuk memecat Ronald Koeman, manajemen Barcelona harus berpikir dua kali. Sebab, Barcelona harus membayar pesangon Ronald Koeman dan mengontrak pelatih baru. Di saat bersamaan Barcelona sedang mengalami krisis keuangan.

Pemecatan pelatih rasanya tidak akan jadi solusi, kondisi skuat Barcelona sudah demikian parah. Lionel Messi yang kini sudah hijrah ke PSG bisa jadi sedih melihat kondisi mantan klubnya.

Sumber: Marca, Mirror

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel