Era Digital, Nobar Piala Dunia Tak Selalu Menguntungkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ajang Piala Dunia kembali hadir tahun ini. Pertandingan sepak bola antar negara ini telah banyak dinantikan para pecinta maupun masing-masing negara yang menjadi peserta.

Nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola menjadi satu acara yang banyak dinantikan. Keseruan menonton pertandingan secara ramai-ramai memiliki suasana dan kesan yang berbeda bagi para penyukanya.

"Nobar ini kan memang kita lihat trennya sangat tinggi kalau sebelum pandemi," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Minggu (20/11).

Berbagai kegiatan nonton bareng pertandingan sepak bola ini pun banyak dimanfaatkan pelaku usaha. Mereka mengadakan acara nobar untuk mengundang kedatangan pelanggan dan membeli produk makanan atau minuman yang dijual sebagai teman menyaksikan siaran langsung pertandingan.

"Potensi kenaikan pendapatan pasti ada, karena ada pelanggan yang datang untuk menyaksikan pertandingan sepak bola," kata diam

Hanya saja, Yusran memperkirakan acara nonton bareng kurang diminati. Apalagi pertandingan sepak bola ini bisa disaksikan secara langsung melalui televisi secara gratis atau melalui digital paltform digital.

"Kalau sekarang kanalnya ini kan banyak yah, ada siarannya di rumah atau platform khusus," kata dia.

Terlebih bagi pengusaha restoran dan hotel harus mengurus izin terlebih dulu jika mengajukan lisensi siaran dari pemilik hak siar. Biaya yang perlu dibayarkan tidak murah, bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Kami tahun ini tidak mengakomodir kegiatan nobar bagi PHRI, tapi bagi siapa saja yang mau melakukannya dipersilahkan," kata dia.

Selain itu, menggelar nonton bareng bagi pengusaha restoran atau hotel tidak lantas selalu untung. Sebab pengusaha harus juga mengeluarkan modal untuk sarana pendukungnya.

"Tidak tealu besar sekali (untungnya) karena fasilitas nobar ini ada dimana-mana. Dari sisi hotel buat adakan itu harus ada pembayaran lisensi dan ini enggak murah. Sementara kami saingannya sama yang tidak bayar lisensi. Ini tidak bagus juga," pungkasnya. [azz]